Harga Emas Perhiasan di Bengkulu Turun Lagi Jadi Rp1.720.000 per Gram, Antam Rp1.950.000 per Gram
Harga Emas Perhiasan di Bengkulu Turun Lagi Jadi Rp1.720.000 per Gram, Antam Rp1.950.000 per Gram--(Sumber Foto: Cw/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Harga emas di sejumlah toko emas di Kota Bengkulu mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Penurunan ini tidak hanya memengaruhi harga beli, namun juga membuka peluang bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan kalangan muda, untuk berinvestasi emas saat harga sedang murah.
Berdasarkan pantauan BETVNEWS pada Selasa (3/6/2025), harga emas perhiasan 24 karat di Toko Emas Central, yang terletak di Jalan KZ Abidin II, turun menjadi Rp 1.720.000 per gram dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 1.830.000 per gram.
Sementara itu, harga logam mulia Antam juga turun dari Rp 2.050.000 menjadi Rp 1.950.000 per gram.
BACA JUGA:Wujud Nyata Keberpihakan Pada UMKM, BRI Salurkan KUR Rp54,9 Triliun Hingga April 2025
BACA JUGA:Tampil di Pameran Kopi Dunia di Amerika Serikat, UMKM Kopi Binaan BRI Tembus Pasar Internasional
Rian (28), karyawan Toko Emas Central, membenarkan bahwa tren harga emas saat ini memang sedang melemah.
“Jadi penurunan pada emas ini terus terjadi secara signifikan, penurunan ini juga tidak bisa diprediksi setiap harinya. Maka kami imbau masyarakat jika ingin membeli emas pastikan mengecek langsung update harga emas di toko emas,” ujar Rian.
Ia menjelaskan, penurunan harga emas bukanlah sesuatu yang bisa dipastikan arahnya setiap hari.
Bahkan, menurutnya, ada kalanya harga bisa berubah dalam hitungan jam. Oleh sebab itu, masyarakat yang ingin membeli emas disarankan untuk aktif memantau perkembangan harga.
BACA JUGA:3 Ruas Jalan Provinsi di Seluma Dibangun Tahun Ini, Pemprov Bengkulu Kucurkan Dana Rp82 Miliar
Lebih lanjut, Rian menambahkan bahwa kondisi turunnya harga emas justru menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat, terutama mereka yang melihat emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
“Kemarin sempat tinggi, tapi sekarang menurun cukup banyak. Biasanya orang beli ramai kalau lagi turun,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


