Banjir Rendam 100 Hektare Sawah, Petani Desa Srikuncoro Gagal Panen
Banjir Rendam 100 Hektare Sawah, Petani Desa Srikuncoro Gagal Panen--(Sumber Foto: Ronal/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Petani di Desa Srikuncoro, Kabupaten Bengkulu Tengah, mengalami gagal panen setelah sekitar 100 hektare lahan sawah terendam banjir.
Banjir terjadi saat tanaman padi memasuki masa berbunga, sehingga bunga padi rontok dan gagal membentuk bulir. Akibatnya, kerugian petani ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
BACA JUGA:Ini 6 Rekomendasi HP Murah Berkualitas 2026, Cek di Sini! Ada OPPO A58
BACA JUGA:Rilis 2026, Cek Spesifikasi Xiaomi Watch 5, Smartwatch Canggih dan Cocok untuk Olahraga
Kepala Desa Srikuncoro, Romadhon, menjelaskan hujan deras yang terjadi dari Jumat hingga Sabtu malam membuat debit air sungai naik dan meluap ke area persawahan. Air mulai menggenangi sawah warga sejak selepas Magrib.
“Sekitar 100 hektare lahan sawah petani terendam banjir. Saat itu kondisi tanaman padi masih dalam fase berbunga,” ujar Romadhon.
BACA JUGA:Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi Resmikan Kantor DPD KAI Bengkulu, Siap Layani Bantuan Hukum Masyarakat
BACA JUGA:TPA Air Sebakul Over Kapasitas, Pengangkut Sampah Diminta Lakukan Pemilahan
Ia mengatakan, seluruh tanaman padi yang terendam banjir berada pada fase berbunga, sehingga tidak dapat diselamatkan. Proses pembuahan gagal karena bunga padi gugur akibat terendam air.
“Padi yang sedang berbunga itu semuanya terendam dan tidak terlihat. Kemungkinan besar dipastikan gagal, karena padinya tidak bisa berisi,” jelasnya.
Menurut Romadhon, banjir saat masa berbunga menyebabkan serbuk sari pada bunga padi hanyut terbawa air, sehingga tanaman tidak mampu membentuk bulir padi.
BACA JUGA:Cek di Sini Spesifikasinya! MacBook Air M4 Resmi Rilis, Fitur Menarik dan Desain Elegan
“Karena masih masa bunga dan terendam banjir, serbuk sarinya hanyut dan gugur. Artinya sudah dipastikan gagal panen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


