Update PROGRAM BETV Terbaru

Ikuti terus update terbaru program betv beken dengan klik tombol dibawah ini.

Tradisi Kontroversial di Bulgaria: Pasar Jodoh yang Mematok Harga Calon Istri

Tradisi Kontroversial di Bulgaria: Pasar Jodoh yang Mematok Harga Calon Istri

Tradisi Kontroversial di Bulgaria: Pasar Jodoh yang Mematok Harga Calon Istri--(Sumber Foto: Doc/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Sebuah negara di Eropa memiliki tradisi unik sekaligus menuai kontroversi, yakni adanya pasar yang mempertemukan pria dengan perempuan yang akan dinikahi.

Tradisi ini dikenal sebagai Pasar Pengantin Gypsy dan berlangsung di kota kecil Stara Zagora, Bulgaria.

BACA JUGA:3 Terdakwa Kasus Korupsi Tebas Bayang Lebong Divonis 2,5–4 Tahun Penjara

BACA JUGA:Seluma Jadi Tuan Rumah MTQ 2026, Gapura dan Fasilitas Masjid Agung Baitul Falihin Diperbarui

Keberadaan pasar ini tentu memicu perdebatan di masyarakat. Banyak warga Bulgaria menilai praktik tersebut merendahkan martabat perempuan karena menyerupai transaksi jual beli manusia.

Namun, bagi komunitas setempat, kebiasaan ini masih dianggap wajar karena telah diwariskan secara turun-temurun.

BACA JUGA:Bakal Wakili Bengkulu, 5 Tim Bersaing di Turnamen Liga 4 Tingkat Provinsi

BACA JUGA:14 Kepala OPD Baru Pemprov Bengkulu Diminta Segera Sertijab dan Susun Program 3 Bulan

Secara tampilan, pasar itu tidak jauh berbeda dengan pasar pada umumnya. Akan tetapi, ketika musim semi tiba, lokasi pasar dipenuhi warga yang datang untuk mencari pasangan hidup.

Pasar biasanya dibuka setiap hari Sabtu berdasarkan kalender Kristen Ortodoks selama musim semi berlangsung.

Pada periode itu, para gadis muda dibawa oleh orang tua mereka untuk diperkenalkan kepada calon suami.

BACA JUGA:ASN Pemprov Bengkulu Harus Kantongi Izin Resmi Bila Keluar Kantor Saat Jam Kerja

BACA JUGA:Pemkab Seluma Kucurkan Dana Rp1,5 Miliar untuk Kegiatan TMMD di Desa Air Melancar

Mereka berdandan rapi dan mengenakan busana terbaik agar terlihat menarik di mata pria yang datang mencari istri, sebagaimana dilaporkan New York Times.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: