Nihil Kasus DBD di Awal 2026, Dinkes Kota Bengkulu Ingatkan Warga Tetap Waspada Cuaca Ekstrem
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati--(Sumber Foto: Ahmad/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).
Meski grafik laporan menunjukkan angka nol kasus pada pembukaan tahun 2026, fluktuasi data dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa risiko penularan masih mengintai di tengah cuaca ekstrem.
Rekam jejak kasus DBD di Kota Bengkulu mencatatkan angka yang cukup dinamis. Pada tahun 2022, terdapat 210 kasus tanpa korban jiwa, yang kemudian menurun drastis pada 2023 menjadi 48 kasus.
Namun, lonjakan signifikan terjadi pada 2024 dengan 266 kasus dan merenggut 4 nyawa. Sementara pada 2025, meski total kasus menurun ke angka 85, jumlah kematian justru meningkat menjadi 5 orang.
BACA JUGA:Bocoran Redmi Note 15 Pro: Harga, Spesifikasi, dan Tanggal Rilis di Indonesia
BACA JUGA:Jangan Asal Lihat! Kenali Bahaya dan Cara Aman Menikmati Fenomena Gerhana Matahari Cincin
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati, mengungkapkan bahwa nihilnya laporan di awal tahun ini tidak boleh membuat warga abai, terutama mengingat pola cuaca yang mendukung perkembangbiakan vektor nyamuk.
“Untuk awal tahun 2026 ini, sampai saat ini belum ada laporan kasus DBD. Namun masyarakat tetap harus waspada karena kondisi cuaca yang kurang baik sangat berpotensi menjadi faktor berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti,” ujar Neli Hartati.
Pihak Dinkes menekankan bahwa keterlibatan aktif warga dalam menjaga sanitasi lingkungan adalah kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus dengue. Langkah sederhana seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dinilai jauh lebih efektif dibandingkan tindakan kuratif.
Neli Hartati mengajak warga untuk kembali menghidupkan tradisi hidup bersih dan segera tanggap terhadap gejala kesehatan yang muncul pada anggota keluarga.
BACA JUGA:Jangan Panik Harga Emas Turun, Pegadaian Sebut Momentum Tepat untuk Amankan Aset Masa Depan
“Pencegahan DBD kuncinya ada pada kebersihan lingkungan. Kami mengajak masyarakat untuk rutin melakukan 3M, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala,” tambahnya.
Dengan upaya preventif yang dilakukan sejak dini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap tren angka kematian akibat DBD dapat ditekan habis, sehingga tragedi yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali di tahun 2026 ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

