Kejati Bengkulu Tegaskan Pengawasan Aliran Kepercayaan Berbasis Toleransi Lewat Rakor PAKEM 2026
Kejati Bengkulu Tegaskan Pengawasan Aliran Kepercayaan Berbasis Toleransi dalam Rakor PAKEM 2026--(Sumber Foto: Doc/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Kejaksaan Tinggi Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2026.
Rakor ini dihadiri oleh Korem 041/Gamas, Polda Bengkulu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.
BACA JUGA:Server UMB Jebol, Mahasiswa Jadi Korban Dipaksa Bayar Ulang UKT yang Raib
BACA JUGA:BKAD Terima Pengajuan TPP Puluhan OPD, Realisasi Tunggu Kepastian Besaran dari Kemenkeu
Asisten Intelijen Kejati Bengkulu, Dr. David Palapa Duarsa, saat memimpin rapat koordinasi menekankan pentingnya penguatan peran pengawasan, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta upaya deteksi dini terhadap dinamika aliran kepercayaan dan aliran keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
"Pengawasan PAKEM merupakan bagian penting dari upaya menjaga stabilitas sosial dan kerukunan umat beragama di Provinsi Bengkulu. Sinergi antarinstansi mutlak diperlukan agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini," ujar David.
BACA JUGA:Pastikan Keselamatan Penumpang Jelang Ramadan, Ditlantas Polda Bengkulu Ram Check Bus PO SAN
Ia menjelaskan bahwa pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan bersifat preventif untuk mencegah munculnya ajaran atau paham yang berpotensi menimbulkan konflik sosial, keresahan, maupun perpecahan di tengah masyarakat.
David juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan sikap saling menghormati perbedaan keyakinan.
Bukan hanya sekadar rapat, Rakor PAKEM 2026 ini turut dimanfaatkan sebagai forum pembaruan data dan informasi terkait aliran kepercayaan yang telah terdaftar maupun yang baru muncul di wilayah Bengkulu.
BACA JUGA:TMMD ke-127 Rejang Lebong Dimulai, Sinergi TNI/Polri dan Warga Bangun Jalan Desa Seguring
BACA JUGA:Ops Keselamatan Nala 2026, Ditlantas Polda Bengkulu Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Stiker dan Brosur
Diskusi berlangsung aktif, dengan peserta menyampaikan pandangan serta usulan langkah konkret dalam mendeteksi secara dini potensi gangguan terhadap kerukunan umat beragama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

