Pastikan Takjil Bebas Boraks dan Formalin, BPOM-Pemkot Bengkulu Sidak Pusat Jajanan Ramadan
Pastikan Takjil Bebas Boraks dan Formalin, BPOM-Pemkot Bengkulu Sidak Pusat Jajanan Ramadan--(Sumber Foto: Ahmad/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Pemerintah Kota Bengkulu bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu melakukan aksi cepat untuk menjamin keamanan pangan selama Ramadan. Tim gabungan menggelar uji laboratorium mendadak terhadap berbagai takjil yang dijual di Pasar Panorama dan kawasan Belungguk Point, Jumat (27/2/2026).
Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan seluruh jajanan berbuka puasa yang dikonsumsi masyarakat bebas dari zat kimia berbahaya.
Pj Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, turun langsung meninjau proses pengambilan sampel di Belungguk Point. Ia menegaskan bahwa pemerintah wajib hadir untuk memberikan rasa aman bagi warga di pusat takjil tahunan tersebut.
BACA JUGA:Baru Disetujui 2.200 Hektare, Inilah 4 Kabupaten di Bengkulu yang Dapat Program Optimalisasi Lahan
BACA JUGA:Resmi! Inilah Besaran Zakat Fitrah 1447 H di Kota Bengkulu, Tertinggi Rp50 Ribu
“Hasil pemeriksaan sampel secara acak menunjukkan seluruh produk, mulai dari kue, jeli, hingga minuman, dinyatakan aman dikonsumsi. Masyarakat tidak perlu ragu,” tegas Dedy.
Ia juga mengapresiasi para pedagang yang semakin sadar akan kesehatan konsumen dengan tidak menggunakan bahan berbahaya demi keuntungan semata.
Kepala BPOM Bengkulu, Kodon Tarigan, menjelaskan bahwa pada sidak kali ini, pihaknya mengambil 10 sampel takjil untuk diuji langsung menggunakan metode uji cepat (rapid test).
BACA JUGA:Hanya Ada 2 di Sumatera, Sekolah Garuda Segera Berdiri di Rejang Lebong
BACA JUGA:Hidupkan RISMA, Pemkot Bengkulu Gelar Lomba Masjid Aktif Berhadiah Jutaan Rupiah
Parameter pengujian meliputi empat zat berbahaya yang sering disalahgunakan, yaitu:
“Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif atau memenuhi standar keamanan pangan. Sebelumnya, kami juga telah memantau berbagai titik di Kota Bengkulu dengan total 78 sampel, dan semuanya dinyatakan aman,” ungkap Kodon.
Sementara itu, Plt Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Alex Periansyah, menambahkan bahwa pengecekan ini dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan kepada pedagang. Hal ini bertujuan agar data yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan sehari-hari.
Berbagai jenis kudapan seperti gorengan, mi, dan aneka minuman segar diperiksa secara mendetail. Meski bersifat sementara, pasar Ramadan tetap menjadi prioritas pengawasan pemerintah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
