Bank Indonesia

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Bengkulu Dikebut, 493 Unit Ditarget Rampung Maret

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Bengkulu Dikebut, 493 Unit Ditarget Rampung Maret

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu mencatat hingga akhir Februari, dari total 1.505 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota, sebanyak 493 koperasi saat ini tengah dalam proses pembangunan gerai.--(Sumber Foto: Kristiani Putri/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu mencatat hingga akhir Februari, dari total 1.505 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota, sebanyak 493 Koperasi saat ini tengah dalam proses pembangunan gerai.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, Eddyson mengatakan, ratusan gerai tersebut ditargetkan selesai pada Maret mendatang.

BACA JUGA:Wujudkan Kota Bengkulu Terang Benderang, Dishub Siapkan Perawatan PJU, Tiang di Cat Ulang

BACA JUGA:Strategi Jemput Bola, Bapenda Bengkulu Turun Langsung Awasi Pajak 10 Persen

Target ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menetapkan Bengkulu harus memiliki 12 gerai untuk dilaunching secara nasional.

"Kita saat ini fokus mempercepat penyelesaian 493 gerai yang sedang dibangun, sesuai arahan pemerintah pusat, Bengkulu ditargetkan memiliki 12 gerai yang siap untuk launching nasional, Insyaallah Maret sudah bisa rampung," ujar Eddyson Sabtu, (28/02/2022).

BACA JUGA:Tradisi Qaranqasho di Oman: Cara Masyarakat Mengajarkan Makna Ramadan kepada Anak-Anak

BACA JUGA:Tidak Hanya Menahan Lapar, Inilah 8 Cara Unik Umat Muslim Dunia Menghidupkan Ramadan

Lebih lanjut Ia menjelaskan, koperasi desa dan kelurahan Merah Putih yang belum memulai pembangunan gerai umumnya masih dalam tahap verifikasi administrasi lahan. Proses ini menjadi salah satu syarat utama sebelum pembangunan fisik dapat dilaksanakan.

"Sebagian koperasi memang belum membangun karena masih dalam proses verifikasi administrasi lahan, kita tidak ingin ada persoalan hukum di kemudian hari, sehingga tahapan administrasi harus dipastikan lengkap," jelasnya.

BACA JUGA:BSI Area Bengkulu Gelar Buka Bersama Media, Perkenalkan Tabungan E-Mas

BACA JUGA:6 Ragam Tradisi Lokal Indonesia dalam Menyambut Bulan Ramadan, Ada Padusan hingga Nyorog

Eddyson menambahkan bagi koperasi yang saat ini masih terkendala lahan, terdapat kemungkinan akan masuk dalam skema prototype ketiga.

Dalam skema tersebut, pemerintah pusat merencanakan mekanisme pembelian lahan untuk mendukung pembangunan gerai. Namun demikian, kebijakan tersebut masih bersifat dinamis dan belum diputuskan secara final.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait