Bank Indonesia

Kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu Capai 1.216, Didominasi Kelompok LSL

Kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu Capai 1.216, Didominasi Kelompok LSL

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu hingga awal 2026 mencapai 1.216 kasus.--(Sumber Foto: Haikal/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu hingga awal 2026 mencapai 1.216 kasus. Angka tersebut menunjukkan potensi penularan masih menjadi perhatian serius di tengah masyarakat.

Data Dinas Kesehatan memperlihatkan tren tahunan yang berfluktuasi. Pada 2024, tercatat 144 kasus. Jumlah itu menurun pada 2025 menjadi 125 kasus. Memasuki 2026, sejak Januari hingga Februari ditemukan 10 kasus baru, terdiri dari tujuh kasus pada Januari dan tiga kasus pada Februari.

BACA JUGA:Idul Fitri 1447 H, Bandara Fatmawati Bengkulu Turunkan Tarif Jasa Kebandarudaraan 50 Persen

BACA JUGA:Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Bengkulu Dikebut, 493 Unit Ditarget Rampung Maret

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sri Martiana, mengatakan penurunan kasus pada 2025 tidak boleh membuat masyarakat lengah.

“Secara kumulatif kasus HIV/AIDS sudah mencapai 1.216. Meski sempat menurun, risiko penularan tetap tinggi, terutama pada kelompok berisiko,” ujarnya.

BACA JUGA:Strategi Jemput Bola, Bapenda Bengkulu Turun Langsung Awasi Pajak 10 Persen

BACA JUGA:Wujudkan Kota Bengkulu Terang Benderang, Dishub Siapkan Perawatan PJU, Tiang di Cat Ulang

Ia menjelaskan, temuan kasus paling banyak berasal dari kelompok Laki-laki Suka Laki-laki (LSL). Hingga September 2025, terdapat 55 kasus dari kelompok tersebut.

Selain itu, kasus juga ditemukan pada populasi umum sebanyak 14 kasus, pelanggan seksual delapan kasus, penderita TBC tujuh kasus, pasangan risiko tinggi dua kasus, waria dua kasus, wanita penjaja seks dua kasus, ibu hamil satu kasus, pasangan ODHIV satu kasus, warga binaan lapas satu kasus, serta satu kasus akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian.

BACA JUGA:Tradisi Qaranqasho di Oman: Cara Masyarakat Mengajarkan Makna Ramadan kepada Anak-Anak

BACA JUGA:Tidak Hanya Menahan Lapar, Inilah 8 Cara Unik Umat Muslim Dunia Menghidupkan Ramadan

“Data tersebut merupakan rekapitulasi sampai September 2025. Data terbaru masih dalam proses pembaruan,” tambahnya.

Menurut Sri, kelompok LSL menjadi perhatian karena sering kali tidak terdeteksi oleh pasangan tetap, sehingga berpotensi menularkan kepada pasangan di rumah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait