HIV Bengkulu Tembus 1.218 Kasus, Satpol PP Razia dan Tes Kesehatan di Simpang Kandis & Citanduy
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang--(Sumber Foto: Imron/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Melambungnya angka pengidap HIV di Kota Bengkulu yang kini menembus 1.218 kasus memicu respons cepat dari otoritas keamanan dan kesehatan.
Pada Minggu (1/3/2026) malam, tim gabungan berskala besar melakukan penggerebekan sekaligus pemeriksaan kesehatan mendadak di dua titik rawan, yakni kawasan Jalan Citanduy dan Simpang Kandis.
Operasi yang melibatkan Satpol PP, TNI, Polri, serta tim medis Dinas Kesehatan ini menyasar lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi pusat kerumunan hiburan malam dan warung remang-remang.
Fokus utamanya bukan sekadar ketertiban umum, melainkan upaya darurat untuk mendeteksi penyebaran virus HIV di kalangan pengunjung dan pekerja hiburan.
BACA JUGA:Lumpuh 5 Tahun, Pembangunan Ulang Jembatan Selali Masuk Skala Prioritas 2026
BACA JUGA:Disnakertrans Seluma Larang Perusahaan Cicil THR, Sanksi Pembekuan Usaha Menanti Pelanggar
Satu per satu pengunjung hingga wanita pemandu lagu diwajibkan menjalani skrining kesehatan di lokasi. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk memetakan sebaran penyakit menular seksual di tengah situasi yang mulai mengkhawatirkan di ibu kota provinsi tersebut.
Selain tindakan medis, petugas juga melakukan pembersihan terhadap peredaran minuman beralkohol.
Ribuan liter tuak diperintahkan untuk segera dibuang ke tanah, sementara ratusan botol minuman keras (miras) dari berbagai merek disita petugas sebagai barang bukti pelanggaran Perda.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, menegaskan bahwa pihaknya mengambil langkah agresif ini untuk melindungi masyarakat dari dampak sosial dan kesehatan yang lebih luas.
BACA JUGA:Tekan Risiko Abrasi, Pemkab Bengkulu Selatan Pasang 200 Bronjong di Bendungan Selebang
"Kami tidak akan pernah berhenti memerangi segala bentuk kemaksiatan dan pelanggaran Perda di Kota Bengkulu," tegas Sahat di sela-sela operasi berlangsung.
Sahat juga memberikan sinyal keras bahwa Satpol PP tidak akan goyah meskipun menghadapi tekanan atau intimidasi dari pihak-pihak tertentu selama menjalankan tugas di lapangan.
Baginya, kenyamanan warga dan penegakan aturan hukum adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
