Tak Masuk Akal Lolos 37 Barcode, Operator SPBU Tais Kini Dalam Bidikan Polres Seluma
Tak Masuk Akal Lolos 37 Barcode, Operator SPBU Tais Kini Dalam Bidikan Polres Seluma--(Sumber Foto: Jul/BETV)
SELUMA, BEKENTV – Skandal penyalahgunaan BBM subsidi di Kabupaten Seluma memasuki babak baru.
Penyidik Satreskrim Polres Seluma kini mengalihkan radar penyelidikan pada potensi keterlibatan "orang dalam" di SPBU Kelurahan Pasar Tais.
Langkah ini diambil guna mengusut tuntas bagaimana tersangka BM bisa melancarkan aksi penimbunan skala besar tanpa terdeteksi sistem pengawasan internal.
Fokus kepolisian saat ini tertuju pada dugaan kongkalikong antara tersangka dengan oknum operator. Pasalnya, penggunaan 37 barcode berbeda untuk mengeruk Pertalite secara berulang kali dinilai mustahil terjadi tanpa adanya pembiaran atau kerja sama dari petugas pengisian.
BACA JUGA:Antisipasi Risiko Wisata Perahu Karet, Sekda Pastikan Alat Penyelamat BPBD Siap Tempur
BACA JUGA:Dihantam Cemoohan hingga Ancaman, Wali Kota Dedy Puji Keberanian Satpol PP Sapu Bersih Maksiat
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, menegaskan bahwa Unit Tipidter tengah mengumpulkan bukti untuk menjerat pihak-pihak yang memfasilitasi kejahatan ekonomi ini.
"Kami tidak hanya berhenti pada tersangka BM. Saat ini penyidik sedang membedah peran operator di SPBU Tais. Siapa pun yang bermain dengan hak rakyat melalui subsidi pemerintah, akan kami seret ke jalur hukum," tegas AKBP Bonar.
Modus operandi BM tergolong sangat rapi dengan memanfaatkan puluhan identitas digital (barcode) demi menyedot BBM subsidi secara ilegal.
Kepolisian pun berencana melibatkan saksi ahli untuk membedah kecurangan sistemik ini, guna memastikan apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dari pihak pengelola SPBU.
BACA JUGA:Kasus ART Refpin, Potret Telanjang Orang Miskin Memelas Keadilan
BACA JUGA:Tak Sekadar Formalitas, Buka Puasa Bersama Wali Kota dan Wartawan Terasa Seperti Reuni Keluarga
"Jangan sekali-kali mencoba mencari keuntungan pribadi di atas penderitaan masyarakat yang membutuhkan subsidi. Penyelidikan ini harus tuntas hingga ke akarnya agar menjadi peringatan keras bagi SPBU lain," tambah Kapolres.
Penyidik Unit Tipidter saat ini sedang melakukan sinkronisasi data transaksi di SPBU dengan pengakuan tersangka. Jika terbukti ada keterlibatan aktif dari oknum petugas, Polres Seluma memastikan sanksi pidana berat menanti para kaki tangan mafia BBM tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

