Bank Indonesia

H-4 Lebaran, Jalur Lintas Bengkulu Selatan Mulai Diserbu Pemudik Jakarta

H-4 Lebaran, Jalur Lintas Bengkulu Selatan Mulai Diserbu Pemudik Jakarta

H-4 Lebaran, Jalur Lintas Bengkulu Selatan Mulai Diserbu Pemudik Jakarta--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Gelombang pemudik dari arah Jakarta yang menuju Provinsi Bengkulu terpantau mulai membanjiri jalur lintas Bengkulu Selatan pada Selasa (17/3).

Posko Pelayanan (Posyan) Ketupat Nala 2026 kini menjadi titik sentral pengawasan seiring dengan merangkak naiknya volume kendaraan di penghujung Ramadan 1447 Hijriah ini.

Meski iring-iringan kendaraan pribadi dan angkutan umum kian padat, petugas di lapangan memastikan belum terjadi titik kemacetan yang mengunci pergerakan lalu lintas.

Padal Posyan, Ipda Sukendar, mengonfirmasi bahwa dinamika di jalan raya saat ini masih didominasi arus dari luar provinsi, namun tetap dalam ritme yang terkendali.

BACA JUGA:Citilink Buka Rute Jakarta-Pagar Alam, Waktu Tempuh Hanya 1 Jam 19 Menit

BACA JUGA:Paripurna HUT ke-307 Kota Bengkulu, Pemkot dan DPRD Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah

“Arus kendaraan memang sudah mulai meningkat, baik dari arah Jakarta maupun dari Bengkulu. Namun sampai saat ini masih dalam kondisi ramai lancar,” jelasnya.

Prediksi petugas, eskalasi pemudik akan terus menanjak tajam dan mencapai titik didihnya pada H-2 menjelang hari kemenangan.

Bertempat di lintasan strategis Jalan Talang Randai, Kecamatan Bunga Mas, Posyan Ketupat Nala terus melakukan pemantauan intensif.

Jalur ini menjadi perhatian khusus aparat karena karakteristik jalannya yang lurus panjang, yang seringkali memancing pengendara untuk memacu adrenalin tanpa menghiraukan keselamatan.

BACA JUGA:Optimalkan Sistem Pembuangan, 4 Dapur MBG di Bengkulu Berhenti Beroperasi Sementara

BACA JUGA:HUT ke-307 Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi Janjikan Pemerataan Infrastruktur hingga Tingkat Kelurahan

“Pengendara kami imbau untuk mengurangi kecepatan dan tetap berhati-hati. Rambu peringatan juga sudah kami pasang di beberapa titik,” ujar Ipda Sukendar.

Selain risiko kecelakaan akibat kecepatan tinggi, faktor keletihan fisik pengemudi setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer juga menjadi lampu kuning bagi tim pengamanan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait