BI Bengkulu dan PLN Kolaborasi, Ubah Uang Kertas Tidak Layak Edar Jadi Bahan Bakar Listrik
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat--(Sumber Foto: Putri/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu melakukan terobosan inovatif dalam pengelolaan limbah uang kertas tidak layak edar (LUKLE).
Melalui kolaborasi strategis bersama PT PLN Nusantara Power Unit Muara Enim, limbah uang yang sebelumnya dimusnahkan kini disulap menjadi sumber energi listrik alternatif yang ramah lingkungan.
Program ini menandai langkah konkret dalam implementasi ekonomi hijau, di mana limbah yang sudah tidak memiliki nilai guna dikonversi menjadi bahan bakar pendamping (co-firing) pada pembangkit listrik.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengungkapkan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari komitmen BI dalam mendukung ekosistem berkelanjutan.
BACA JUGA:Siaga 24 Jam, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Pastikan Layanan Puskesmas Tetap Optimal Saat Lebaran
BACA JUGA:Terapkan Tanda Tangan Elektronik, Bupati Seluma Pastikan Layanan Dukcapil Kian Efisien
"Kerja sama ini merupakan langkah konkret Bank Indonesia dalam mendukung program ekonomi berkelanjutan, yang mana limbah uang kertas yang sebelumnya hanya dimusnahkan kini dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber energi," ujar Wahyu, Kamis (19/3).
Sebelum adanya kolaborasi ini, limbah uang kertas hasil pemusnahan biasanya hanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa memberikan nilai tambah. Namun, melalui proses pengolahan di fasilitas PLN Nusantara Power Muara Enim, limbah tersebut kini memiliki peran vital sebagai substitusi bahan bakar fosil.
"Selama ini limbah uang kertas yang dimusnahkan hanya berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan adanya kerja sama ini, limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik," jelasnya.
Hingga saat ini, BI Bengkulu mencatat telah menyalurkan volume limbah yang cukup signifikan untuk diproses. Wahyu merincikan bahwa potensi energi yang dihasilkan dari limbah uang kertas ini tergolong besar.
BACA JUGA:Hati-hati Pilih Angkutan Mudik, Jasa Raharja Bengkulu: Penumpang Travel Gelap Tak Terjamin Asuransi
BACA JUGA:Cegah Tragedi di Jalan, Satlantas Polres Seluma Tindak Tegas Mobil Bak Terbuka Berpenumpang
"Sejauh ini kami telah menyalurkan sekitar 9 ton limbah uang kertas untuk dimanfaatkan di fasilitas PLN Nusantara Power. Dari jumlah tersebut, limbah yang diolah mampu menghasilkan energi listrik hingga sekitar 9 ribu megawatt," pungkas Wahyu.
Melalui inisiatif ini, Bank Indonesia tidak hanya menjalankan fungsinya dalam pengelolaan uang rupiah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengurangan emisi dan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

