800 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bengkulu Khidmat Laksanakan Salat Idulfitri 1447 H
800 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bengkulu Khidmat Laksanakan Salat Idulfitri 1447 H--(Sumber Foto: Angga/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Suasana haru dan khidmat menyelimuti lapangan dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA BENGKULU, Sabtu (21/3) pagi. Sebanyak 800 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana berkumpul untuk menunaikan ibadah salat Idulfitri 1447 Hijriah di bawah pengawalan ketat petugas.
Sejak fajar menyingsing, para warga binaan tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah. Gema takbir yang dikumandangkan bersama-sama menciptakan atmosfer religius yang kental di balik jeruji besi, sebelum akhirnya mereka melaksanakan salat Id secara berjemaah.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menjelaskan bahwa fasilitasi ibadah ini merupakan bagian krusial dari program pembinaan kepribadian. Tujuannya agar para warga binaan tetap memiliki hak dan ruang untuk menjalankan kewajiban spiritual mereka.
BACA JUGA:Khidmat, Walikota dan Forkopimda Bengkulu Salat Idulfitri di Masjid Merah Putih
BACA JUGA:Tembus Rp27,7 Miliar, Penghimpunan Zakat Fitrah di Bengkulu Meningkat Signifikan pada 2026
“Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini kami fasilitasi sebagai bentuk pembinaan rohani bagi warga binaan. Kami berharap momen ini dapat menjadi sarana introspeksi diri dan meningkatkan keimanan mereka,” ujar Julianto.
Guna menjamin kekhusyukan ibadah, pihak Lapas menyiagakan personel di sejumlah titik strategis. Julianto memastikan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama tanpa mengurangi esensi hari raya.
“Di hari yang fitri ini, kami juga mengajak seluruh warga binaan untuk saling memaafkan dan memperbaiki diri agar kelak bisa kembali ke masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
BACA JUGA:Idul Fitri 1447 Hijriah, Ribuan Warga Argamakmur Sambut dengan Pawai Takbir Keliling
BACA JUGA:Pawai Obor Semarakkan Malam Takbiran di Kota Bengkulu, Bangkitkan Tradisi Religius Penuh Makna
Usai pelaksanaan salat, suasana penuh kekeluargaan terlihat saat para warga binaan saling berjabat tangan dan bermaafan. Momentum Idulfitri ini diharapkan menjadi titik balik bagi para narapidana untuk menjalani sisa masa pembinaan dengan semangat baru dan perubahan perilaku yang lebih positif di masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

