Petani Keluhkan Air Macet, Pemkab Bengkulu Selatan Lobi Pusat Benahi Tebat Baghu
Petani Keluhkan Air Macet, Pemkab Bengkulu Selatan Lobi Pusat Benahi Tebat Baghu--(Sumber Foto: Ary/BETV)
BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Ancaman gagal panen yang menghantui petani di Desa Ketaping memicu reaksi cepat dari jajaran eksekutif. Bupati BENGKULU SELATAN, Rifai Tajuddin, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi Tebat Baghu guna melihat langsung kondisi infrastruktur pengairan yang dilaporkan warga tidak lagi berfungsi optimal di tengah musim tanam.
Didampingi Sekretaris Daerah Susmanto dan Kepala Dinas PUPR Iwan Darmawan, Bupati menyaksikan hamparan sawah yang mulai retak akibat terhentinya pasokan air irigasi. Kondisi ini dinilai krusial karena sebagian besar lahan baru saja ditanami padi, sehingga keterlambatan penanganan dapat berakibat fatal bagi produktivitas pangan daerah.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan memutuskan untuk segera melakukan normalisasi dan perbaikan sarana di tebat tersebut.
BACA JUGA:Penerbangan Garuda Indonesia di Bengkulu Disetop, Warga Diimbau Cari Maskapai Alternatif
BACA JUGA:Atasi Sampah di Wisata Lubuk Langkap, DLHK Bengkulu Selatan Tunggu Langkah Pengelola
“Kita akan lakukan revitalisasi. Diharapkan setelah adanya perbaikan ini, air bisa kembali mengairi persawahan masyarakat,” tegas Rifai Tajuddin di lokasi peninjauan.
Selain mengandalkan kekuatan APBD, Rifai juga bergerak cepat melakukan diplomasi anggaran ke tingkat nasional. Pemkab berupaya mengetuk pintu Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Ketahanan Pangan agar intervensi terhadap masalah irigasi di Bengkulu Selatan mendapat prioritas bantuan teknis maupun pendanaan.
“Kita akan berusaha dan meminta kepada Dirjen Ketahanan Pangan untuk membantu agar permasalahan ini segera ditangani, sehingga penanaman padi tetap bisa berhasil,” lanjutnya.
Sembari menunggu proses perbaikan permanen, Pemkab telah menyiapkan skema darurat berupa penyediaan kantong-kantong air dan fasilitas pendukung lainnya bagi para petani. Bupati memberikan tenggat waktu yang ketat bagi dinas teknis agar persoalan distribusi air ini tuntas dalam waktu maksimal 14 hari.
BACA JUGA:Gerebek Judi Sabung Ayam di Tanjung Kemuning, Polres Kaur Amankan 3 Pelaku
BACA JUGA:Satpol PP Kota Bengkulu Sisir Titik Rawan, Pelajar Lewat Jam Malam Kena Tegur
“Ini menyangkut kebutuhan dasar petani. Pemerintah akan bergerak cepat agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan hasil panen masyarakat tetap terjaga,” tutup Rifai.
Langkah taktis ini diharapkan mampu menenangkan kekhawatiran masyarakat tani sekaligus memastikan ketahanan pangan di Bumi Sekundang Setungguan tetap stabil di tengah tantangan iklim.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

