Lebih dari 2.000 Wisatawan Serbu Ikan Larangan Taba Lubuk Puding, Seluma Siap Punya Ikon Wisata Baru
Lebih dari 2.000 Wisatawan Serbu Ikan Larangan Taba Lubuk Puding, Seluma Siap Punya Ikon Wisata Baru--(Sumber Foto: Jul/BETV)
SELUMA, BETVNEWS – Pesona Wisata Ikan Larangan di Desa Taba Lubuk Puding, Kabupaten Seluma, kian tak terbendung. Momentum libur Lebaran tahun ini menjadi saksi bisu meledaknya angka kunjungan yang melampaui ekspektasi pengelola.
Tidak kurang dari 2.000 wisatawan terpantau memadati lokasi tersebut, menciptakan geliat ekonomi baru di desa yang baru sekitar tiga bulan mempromosikan destinasi ini.
Hingga sore hari, arus pengunjung yang datang dari berbagai penjuru, baik lokal maupun luar daerah, tampak silih berganti memadati tepian air.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Ikan Larangan kini bukan sekadar kearifan lokal, melainkan telah bertransformasi menjadi destinasi alternatif unggulan di Kabupaten Seluma yang mulai dikenal luas secara nasional.
BACA JUGA:Bantah Isu Miring di Biro Umum, Pemprov Bengkulu Fokus Audit Internal dan Efisiensi Gaji
BACA JUGA:Bupati Bengkulu Selatan Gratiskan Pinjam Alsintan, Targetkan Tak Ada Lagi Lahan Sawah Terbengkalai
Kepala Desa Taba Lubuk Puding, Untung Putra Jaya, mengungkapkan rasa syukurnya atas respons positif publik yang begitu masif sejak objek wisata ini resmi dibuka.
"Alhamdulillah, kunjungan pasca Lebaran ini sangat tinggi, bahkan sudah melebihi target kami, yakni lebih dari 2.000 pengunjung," katanya.
Tingginya antusiasme ini membakar semangat pemerintah desa untuk naik kelas. Desa Taba Lubuk Puding sebenarnya menyimpan potensi wisata yang komplit, mulai dari jeram air terjun, pemandian sungai yang jernih, hingga wisata religi.
Dengan modal kekayaan alam tersebut, pihak desa mematok target besar agar kawasan ini segera dinobatkan sebagai wajah baru atau ikon pariwisata Kabupaten Seluma.
BACA JUGA:Petani Keluhkan Air Macet, Pemkab Bengkulu Selatan Lobi Pusat Benahi Tebat Baghu
"Kedepan kami targetkan wisata ini bisa menjadi ikon wisata Kabupaten Seluma," tambahnya.
Meski memiliki visi besar, Untung mengakui bahwa perjalanan menuju ikon wisata daerah masih terganjal kendala klasik, yakni keterbatasan anggaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

