Bank Indonesia

Gerakan Infak Siswa SDN 16 Seluma, Wujud Implementasi Sekolah Laboratorium Pancasila

Gerakan Infak Siswa SDN 16 Seluma, Wujud Implementasi Sekolah Laboratorium Pancasila

Gerakan Infak Siswa SDN 16 Seluma, Wujud Implementasi Sekolah Laboratorium Pancasila--(Sumber Foto: Jul/BETV)

SELUMA, BETVNEWSSDN 16 Kabupaten Seluma terus memantapkan perannya sebagai Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) melalui berbagai inisiatif bermakna.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah gerakan sosial berupa infak sukarela, sebuah aksi nyata yang dirancang untuk membumikan nilai gotong royong dan kepedulian sosial langsung di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan ini, para siswa diajak untuk menyisihkan sebagian uang saku mereka dengan penuh keikhlasan. Dana yang terhimpun kemudian disalurkan untuk membantu masyarakat kurang mampu serta mendukung berbagai agenda sosial sekolah. Lebih dari sekadar aktivitas mengumpulkan uang, gerakan ini menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk memupuk jiwa kedermawanan sejak usia dini.

Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka berpartisipasi dalam program ini. Mereka belajar memahami bahwa kontribusi sekecil apa pun memiliki nilai manfaat yang besar bagi orang lain.

Melalui praktik langsung, nilai-nilai luhur Pancasila tidak lagi sekadar hafalan teori di dalam buku, melainkan menjelma menjadi perilaku nyata dalam keseharian.


SDN 16 Kabupaten Seluma terus memantapkan perannya sebagai Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) melalui berbagai inisiatif bermakna.--(Sumber Foto: Jul/BETV)

BACA JUGA:Dukcapil Seluma Dorong Warga Aktifkan IKD, Urus Adminduk Cukup Lewat Ponsel

BACA JUGA:Bupati Teddy Rahman Minta Kepala Sekolah Jadi Penggerak Utama Kemajuan Pendidikan Seluma

Kepala SDN 16, Umardin, mengungkapkan bahwa program infak ini merupakan salah satu pilar utama implementasi SLP di sekolah yang ia pimpin.

"Program ini adalah upaya kami untuk menyuntikkan nilai kemanusiaan ke dalam karakter siswa. Kami ingin anak-anak terbiasa berbagi dan memiliki kepekaan rasa terhadap kondisi di sekitarnya," ungkap Umardin.

Ia menekankan bahwa fondasi karakter yang kuat hanya bisa dibangun melalui pembiasaan yang konsisten, bukan sekadar instruksi di dalam kelas.

BACA JUGA:Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bupati Seluma Gandeng BPMP dan Yayasan Sastra

"Melalui langkah kecil seperti infak ini, anak-anak belajar bahwa berbuat baik tidak perlu menunggu dewasa. Kami yakin kebiasaan sederhana ini akan membentuk mereka menjadi pribadi yang peduli dan bertanggung jawab di masa depan," pungkasnya. (ADV)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: