Protes Penahanan BBM, Puluhan Nelayan Malabero Gelar Aksi Bakar Ban di Jalan
Protes Penahanan BBM, Puluhan Nelayan Malabero Gelar Aksi Bakar Ban di Jalan--(Sumber Foto: Haikal/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Sejumlah nelayan di kawasan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, melakukan aksi pemblokiran jalan dengan membakar ban di jalan Pariwisata, Kota Bengkulu, pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.
Aksi ini merupakan buntut dari kekecewaan nelayan setelah seorang pengepul minyak bernama Eti Usman diamankan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) atas dugaan aktivitas pengunjalan BBM menggunakan jerigen. Selain itu, armada pengangkut BBM jenis solar milik nelayan juga dikabarkan ditahan oleh pihak Polda Bengkulu beberapa hari lalu.
Penahanan tersebut mengakibatkan para nelayan kesulitan mendapatkan pasokan solar yang menjadi kebutuhan utama untuk melaut.
Salah satu nelayan, Robert, mengungkapkan bahwa blokade jalan ini adalah bentuk protes spontan karena mata pencaharian mereka terhenti total akibat ketiadaan bahan bakar.
BACA JUGA:Daftar Lengkap 44 Pejabat Bengkulu Utara yang Baru Saja Dilantik Wabup Sumarno
BACA JUGA:Pelaksanaan Bulan Bakti 2026, IIDI Bengkulu Berbagi untuk Santri dan Panti Asuhan
“Ini aksi protes kami. Kami minta BBM kami dikeluarkan. Solar kami ditahan dengan alasan penimbunan, akibatnya kami tidak bisa melaut,” ujar Robert di lokasi aksi.
Robert menjelaskan bahwa penahanan BBM tersebut berdampak fatal bagi ekonomi warga. Ia menyebutkan, ada sekitar 40 jerigen (masing-masing berisi 35 liter) yang saat ini disita oleh pihak APH. Kondisi ini menyebabkan sekitar 80 armada kapal di wilayah Malabero tidak dapat beroperasi dalam dua hari terakhir.
"Kami sudah dua hari tidak melaut karena tidak ada solar. Kami hanya minta solar kami dikeluarkan agar bisa bekerja lagi," tambahnya.
Sebagai gambaran, setiap satu unit kapal nelayan membutuhkan setidaknya 40 liter solar per hari untuk beroperasi. Selama ini, para nelayan biasanya memperoleh minyak melalui sistem kasbon yang dinilai sangat meringankan beban operasional mereka.
Para nelayan mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika tidak segera mendapatkan kejelasan dan tindak lanjut dari pihak terkait.
BACA JUGA:Lagi dan Lagi Diterjang Banjir, Masyarakat Nantikan Janji Perubahan dari Pemerintah
BACA JUGA:Dikbud Kota Bengkulu Larang Pungutan untuk Kegiatan Perpisahan Sekolah
"Apabila tidak ada kejelasan, kami akan benar-benar menutup total akses jalan ini," pungkas Robert.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: