Pertahankan Nol Kasus Gonore di Lebong, Dinkes Ingatkan Remaja Jauhi Seks Bebas
Staf HIV Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebong, Rian Angga Prayuda--(Sumber Foto: Rega/BETV)
LEBONG, BETVNEWS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong mencatat kabar baik mengenai kondisi kesehatan masyarakat.
Hingga pertengahan tahun ini, temuan kasus penyakit Gonore atau yang akrab dikenal masyarakat sebagai kencing nanah di Kabupaten Lebong dilaporkan masih nihil atau berada di angka nol kasus.
Kabar melegakan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Staf HIV Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebong, Rian Angga Prayuda.
Meski belum ditemukan adanya laporan, pihak dinas tetap memperketat pengawasan dan berharap masyarakat, khususnya para generasi muda, dapat membentengi diri agar terhindar dari penyakit infeksi menular seksual (IMS) tersebut.
BACA JUGA:Jadi Pelabuhan Penyangga Pulau Baai, Pengerjaan Fisik Pelabuhan Linau Kaur Dimulai 2027
BACA JUGA:3 Bulan Rusak Parah, Jembatan Taba Pasmah Bengkulu Tengah Mulai Dibeton
"Untuk di Lebong kasus gonore masih 0 kasus, kita berharap bisa bertahan sampai kapanpun, kalau bisa jangan sampai adalah kasus seperti itu di Lebong apalagi sampai menimpa para remaja di Lebong," kata Rian, Jumat (5/6/2026).
Sebagai langkah mitigasi, Rian mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjauhi perilaku seks bebas maupun hubungan intim berisiko tanpa pengaman.
Langkah preventif ini dinilai sebagai kunci utama untuk memutus rantai penularan, bukan hanya untuk penyakit Gonore, melainkan juga ancaman IMS mematikan lainnya seperti Sipilis (raja singa) hingga HIV/AIDS.
"Kita dari dinas kesehatan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan seks bebas, agar terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak kita inginkan seperti gonore ini ataupun HIV maupun sipilis," tutup Rian.
BACA JUGA:Tiba di Asrama Haji, 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Bengkulu Dipantau Kesehatannya Selama 14 Hari
BACA JUGA:Diduga Terpeleset Saat Tugas Malam, Satpam PT MPM Ditemukan Tewas Tersangkut di Pintu Air
Sebagai edukasi publik, Gonore sendiri merupakan infeksi menular seksual yang dipicu oleh paparan bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Penyakit ini umumnya menular lewat aktivitas seksual yang tidak sehat atau dapat ditularkan dari seorang ibu kepada bayinya saat proses persalinan.
Walaupun bisa disembuhkan total melalui penanganan medis dan antibiotik yang tepat, gejalanya kerap kali diabaikan oleh penderita.
Secara klinis, gejala Gonore biasanya mulai muncul dalam waktu 2 hingga 14 hari pasca-terinfeksi. Pada pria, indikasi umum ditandai dengan keluarnya cairan kental berwarna putih, kuning, atau kehijauan menyerupai nanah dari lubang penis, disertai rasa nyeri yang membakar saat buang air kecil.
BACA JUGA:Tutup Utang Proyek Rp170 Miliar, Komisi III DPRD Restui Pemprov Bengkulu Pinjam Rp750 Miliar ke BJB
BACA JUGA:Polda Bengkulu Turun Tangan Usut Keluhan Kesehatan Korban MBG di SDN 18 Kepahiang
Sementara pada wanita, gejalanya sering kali samar atau mirip dengan keputihan tidak normal yang berwarna keruh, nyeri pada panggul, hingga pendarahan di luar siklus menstruasi.
Jika dibiarkan tanpa pengobatan medis yang cepat, bakteri ini tidak hanya merusak organ reproduksi, tetapi juga dapat menginfeksi area anus, tenggorokan, hingga menyebabkan kebutaan jika mengenai kornea mata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: