Lurah Anggut Dalam Minta Maaf Secara Langsung, Kasus Dugaan Pemalsuan Data KK Berakhir Damai
Lurah Anggut Dalam Minta Maaf Secara Langsung, Kasus Dugaan Pemalsuan Data KK Berakhir Damai--(Sumber Foto: Ahmad/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Polemik dugaan pemalsuan data Kartu Keluarga (KK) milik seorang warga bernama Tukiyem yang menyeret nama Lurah Anggut Dalam, Gustin Veronica, akhirnya berakhir damai.
Gustin mendatangi langsung kediaman Tukiyem pada Sabtu (20/6) petang untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas polemik yang sempat menyita perhatian publik tersebut.
Dalam pertemuan kekeluargaan itu, Gustin mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan mendalam. Ia berdalih tindakan tersebut dilakukan secara spontan dan khilaf demi meloloskan anaknya dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di salah satu SMA favorit melalui jalur zonasi.
"Saya mengakui kesalahan yang telah terjadi dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu Tukiyem. Saya khilaf dan berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan, serta hubungan silaturahmi di antara kami tetap terjaga,” ujar Gustin Veronica.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan materiil atas dampak dari manipulasi data administrasi kependudukan tersebut, Gustin menyatakan kesiapannya untuk menanggung kerugian hak yang dialami korban.
Salah satunya adalah mengganti nominal bantuan sosial (bansos) yang sempat gagal dicairkan oleh Tukiyem selama data KK miliknya bermasalah.
BACA JUGA:Tak Hanya Sembako, Penyandang Disabilitas di Bengkulu Selatan Disuntik Modal Usaha
BACA JUGA:Ngaku Tak Tahu Barang Curian, Pria Ini Ditangkap Usai Beli HP Murah Tanpa Surat
"Sebagai bentuk tanggung jawab nyata, saya siap mengganti dana bantuan sosial yang sempat terhenti sebesar Rp1,2 juta, sampai nantinya nama Ibu Tukiyem kembali aktif menerima bansos dari pemerintah sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Sebelumnya, kasus ini mencuat ke permukaan setelah Tukiyem terkejut lantaran namanya mendadak dicoret dari daftar penerima bansos rutin.
Setelah ditelusuri ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, ditemukan fakta adanya perubahan data sepihak di dalam Kartu Keluarga miliknya, di mana nama anak oknum lurah tersebut tiba-tiba menyusup masuk ke dalam KK Tukiyem demi mengejar kuota zonasi sekolah.
Merespons itikad baik dan sikap ksatria yang ditunjukkan oleh sang lurah, Tukiyem menyatakan telah berlapang dada menerima permohonan maaf tersebut. Ia mengaku lega karena polemik ini tidak perlu berlanjut ke ranah hukum yang berkepanjangan.
“Saya sudah menerima permintaan maafnya dengan tulus. Yang paling penting bagi saya adalah masalah ini sudah selesai, data saya diperbaiki, dan saya berharap kejadian pemalsuan dokumen seperti ini tidak terulang lagi kepada warga mana pun,” tutur Tukiyem.
BACA JUGA:Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Bengkulu Pasang 80 Tong Sampah di Sepanjang Pantai Panjang
BACA JUGA:Ditopang Sektor Pajak, Realisasi PAD Kabupaten Seluma Tembus Rp15 Miliar di Pertengahan Tahun
Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, kedua belah pihak berharap ketegangan dapat mereda. Di sisi lain, instansi terkait diharapkan dapat segera mempercepat proses pemulihan data kependudukan Tukiyem agar hak sosialnya sebagai warga kurang mampu dapat kembali pulih secepatnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
