Libatkan 235 UMKM, Festival Tabut 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi Rp26 Miliar

Libatkan 235 UMKM, Festival Tabut 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi Rp26 Miliar

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Alpha Rizal Fadlan --(Sumber Foto: Putri/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Pelaksanaan Festival Tabut 2026 di Provinsi BENGKULU memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Dinas Pariwisata Provinsi BENGKULU mencatat adanya peningkatan jumlah kunjungan masyarakat serta nilai perputaran ekonomi selama sepuluh hari pelaksanaan festival.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, jumlah kunjungan pada Festival Tabut 2026 mencapai sekitar 250 ribu pengunjung. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencatat sekitar 210 ribu pengunjung.

Selain peningkatan jumlah wisatawan, nilai perputaran ekonomi selama pelaksanaan festival juga mengalami kenaikan. Tahun ini, nilai transaksi ekonomi diperkirakan mencapai Rp26 miliar atau meningkat sekitar Rp4 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp21 miliar.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Alpha Rizal Fadlan mengatakan, besarnya perputaran ekonomi tersebut tidak terlepas dari keterlibatan para pelaku usaha yang ikut berpartisipasi selama pelaksanaan festival.

"Nilai perputaran ekonomi yang mencapai sekitar Rp26 miliar tersebut melibatkan kurang lebih 235 pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi selama pelaksanaan Festival Tabut tahun ini," kata Alpha Senin, 29 Juni 2026.

BACA JUGA:Gelar Upacara Harganas, Pemprov Bengkulu Ajak Masyarakat Jadikan Keluarga Benteng Pertama Karakter Anak

BACA JUGA:Persiapan HUT Ke-81 RI, Pemprov Bengkulu Rancang Agenda Semarak UMKM hingga Panjat Pinang Terbesar

Peningkatan jumlah pengunjung dan transaksi ekonomi pada tahun ini terjadi cukup signifikan.

Salah satu faktor yang mendorong peningkatan tersebut karena pelaksanaan Festival Tabut bertepatan dengan momen libur sekolah, sehingga banyak masyarakat memanfaatkan waktu tersebut untuk berlibur bersama keluarga.

"Pelaksanaan Festival Tabut tahun ini bertepatan dengan masa libur sekolah, sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, berdasarkan hasil analisis Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, rata-rata setiap pengunjung diperkirakan mengeluarkan biaya belanja sekitar Rp30 ribu hingga Rp100 ribu selama mengikuti rangkaian kegiatan festival.

Besaran pengeluaran tersebut dinilai turut berkontribusi terhadap meningkatnya nilai transaksi selama pelaksanaan acara. Terlebih, produk serta makanan yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM masih berada pada kategori harga menengah ke bawah sehingga relatif mudah dijangkau masyarakat.

BACA JUGA:Retret Merah Putih: Model Pembentukan Karakter yang Tepat bagi Calon Manajer Koperasi

BACA JUGA:Targetkan Rampung 2026, Perpustakaan Bengkulu Selatan Siapkan Fasilitas Cafe Literasi Rooftop

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait