Konsep Semi Terbuka, Bangunan Awning Pasar Bawah Bakal Dilengkapi Fasilitas Bermain Anak

Konsep Semi Terbuka, Bangunan Awning Pasar Bawah Bakal Dilengkapi Fasilitas Bermain Anak

Konsep Semi Terbuka, Bangunan Awning Pasar Bawah Bakal Dilengkapi Fasilitas Bermain Anak--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Selatan memastikan proyek pembangunan struktur awning di kawasan ikonik Pasar Bawah telah selesai 100 persen.

Fasilitas publik tersebut dipastikan akan difungsikan penuh sebagai arena bermain anak dan ruang rekreasi keluarga, bukan sekadar bangunan pelengkap estetika kawasan.

Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan, Iwan Darmawan, S.T., memaparkan bahwa konsep arsitektur bangunan semi-terbuka tanpa dinding tersebut memang telah dirancang secara matang sejak awal perencanaan.

Desain ini sengaja dipilih untuk menghadirkan ruang publik yang ramah, memiliki sirkulasi udara yang optimal, serta memberikan ruang pandang yang luas bagi orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka.

“Bangunan ini memang dari awal dipersiapkan khusus sebagai arena bermain anak. Untuk pengerjaan fisik strukturnya sudah selesai seluruhnya. Tahap selanjutnya, pemerintah daerah akan mulai melengkapi kawasan ini dengan berbagai fasilitas permainan edukatif agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Iwan Darmawan, Rabu (1/7).

BACA JUGA:Resmi Naik Pangkat, Kapolres Seluma Ingatkan 22 Personel Jaga Amanah Institusi

BACA JUGA:Diguyur Hujan Deras, Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Mukomuko Tetap Khidmat

Menurut Iwan, pembangunan awning ini merupakan bagian dari cetak biru penataan kawasan Pasar Bawah agar memiliki fungsi pariwisata yang lebih beragam.

Selain memperkuat sektor pusat aktivitas perdagangan, kawasan pesisir ini diproyeksikan mampu berkembang menjadi destinasi wisata keluarga unggulan yang dapat mendongkrak angka kunjungan wisatawan.

Iwan kembali meluruskan persepsi publik mengenai bentuk bangunan yang terbuka. Dirinya menekankan bahwa ketiadaan dinding vertikal bukan berarti proyek tersebut mangkrak atau belum selesai, melainkan murni bagian dari konsep arsitektur lanskap tepi pantai yang memanfaatkan sirkulasi udara alami laut agar area bermain tetap sejuk.

Di sisi lain, menanggapi embusan isu miring terkait dugaan penggelembungan (mark-up) anggaran proyek yang sempat beredar di media sosial, Iwan secara tegas membantah hal tersebut.

Ia memastikan seluruh proses pengadaan dan kalkulasi pembiayaan pembangunan telah mengacu ketat pada Standar Satuan Harga (SSH) daerah serta regulasi hukum yang berlaku.

BACA JUGA:Berkas Rampung, 9 Tersangka Korupsi PLTA Musi Rp13,4 Miliar Segera Disidangkan

BACA JUGA:Lengah Main HP Saat Panaskan Motor, Kendaraan Karyawan Toko di Tanah Patah Raib dalam Hitungan Detik

“Setiap tahapan pengerjaan proyek pemerintah ini telah melalui proses evaluasi, audit, dan pengawasan berkala dari instansi pengawas sebagaimana mekanisme baku yang ada. Oleh karena itu, kami sangat berharap masyarakat dapat menyerap informasi dari sumber resmi yang valid. Jangan sampai muncul asumsi keliru hanya karena menerima informasi yang tidak utuh mengenai fungsi dan perencanaan bangunan ini,” pungkasnya.

Pihak Pemkab Bengkulu Selatan kini tengah menjadwalkan pengadaan sarana wahana permainan anak pendukung. Langkah akselerasi ini diambil agar infrastruktur baru tersebut bisa segera diresmikan dan menjadi wadah interaksi sosial yang sehat bagi warga Bengkulu Selatan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait