Sebut Nama Baik Dicoreng, Kepsek SMPN 5 Seluma Minta Polisi Usut Oknum Guru Provokator
Kepala SMP Negeri 5 Seluma, Fetry Harneli--(Sumber Foto: Jul/BETV)
SELUMA, BETVNEWS – Kepala SMP Negeri 5 Seluma, Fetry Harneli, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi mendalam terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan muridnya di halaman sekolah. Gerakan bentang poster tuntutan yang terjadi bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah pada Senin, 13 Juli 2026 tersebut dinilai memiliki kejanggalan tersendiri.
Menurut pandangan Fetry, aksi protes yang sempat membuat heboh jagat pendidikan daerah tersebut bukanlah murni buah pemikiran atau inisiatif spontan dari para siswa. Sebaliknya, ia mencium adanya indikasi kuat keterlibatan pihak luar atau aktor intelektual tertentu yang sengaja menyetir gerakan anak-anak di bawah umur tersebut.
Fetry menegaskan bahwa sejauh ini iklim kegiatan belajar mengajar di lingkungan SMPN 5 Seluma secara umum berjalan kondusif, normatif, dan tidak diterpa kendala operasional yang berarti. Atas dasar itu, dirinya menduga kuat ada oknum guru di internal sekolah yang sengaja bertindak sebagai provokator demi memuluskan agenda pribadi dengan memanfaatkan kepolosan para murid.
"Ini bukan demo murni dari anak-anak. Mereka diperintahkan oleh guru yang memiliki ambisi dan kebencian terhadap kepala sekolah," ujar Fetry.
Fetry sangat menyayangkan keterlibatan para murid dalam pusaran konflik internal birokrasi sekolah. Dirinya menilai para siswa sejatinya tidak mengetahui ataupun memahami benang kusut persoalan administratif yang sedang terjadi di antara para tenaga pendidik.
BACA JUGA:Kucurkan Rp1,4 Miliar, Pemkab Bengkulu Selatan Pasang 700 Beton Pengarah Arus Muara Air Manna
BACA JUGA:SMAN 1 Kota Bengkulu Buka MPLS 2026, Tanamkan Budaya Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Perundungan
"Anak-anak tidak bersalah. Mereka tidak mengerti persoalan yang sebenarnya, tetapi justru dilibatkan. Kalau tidak ada yang memprovokasi, saya yakin mereka tidak akan melakukan aksi seperti itu," katanya memelas.
Lebih lanjut, Fetry menjamin bahwa seluruh kebijakan sekolah yang ia tetapkan selama menakhodai SMPN 5 Seluma selalu merujuk pada regulasi kedinasan serta tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepemimpinan. Dirinya pun menepis anggapan adanya kemacetan birokrasi dan memastikan seluruh proses transfer ilmu di dalam kelas tetap berjalan normal.
Segala kebijakan operasional harian yang ditempuh pihak manajemen sekolah, menurutnya, murni dirancang untuk memelihara iklim keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan belajar demi kebaikan bersama.
Guna meluruskan dugaan sabotase dan provokasi sistematis ini, Fetry menegaskan tidak ingin menebar spekulasi liar secara sepihak di ruang publik. Dirinya memilih mengambil langkah hukum dan menyerahkan pengusutan perkara ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum di tingkat kepolisian resor setempat.
"Biarkan Polres yang menjalankan tugasnya. Saya percaya aparat akan bekerja secara profesional untuk mengungkap siapa yang sebenarnya menjadi provokator dalam persoalan ini," ujarnya optimis.
Ia mendesak agar penyidik kepolisian dapat segera mengurai aktor utama di balik pengerahan massa siswa tersebut. Menurut Fetry, apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan adanya keterlibatan guru yang sengaja menumbalkan mental psikologis anak didik demi kepentingan jabatan, hal tersebut merupakan kejahatan moral yang mencederai muruah dunia pendidikan secara fatal.
BACA JUGA:Lahan Dikuasai PT TUMS, Rencana Markas Batalyon TP di Kabawetan Kepahiang Terancam Batal
Ia juga menambahkan bahwa hantaman konflik ini tidak hanya merusak ritme kerja di sekolah, namun juga telah menyerang nama baik institusi pendidikan serta harga diri pribadinya selaku pejabat kepala sekolah yang sah.
"Saya berharap Polres dapat mengusut tuntas siapa provokator yang telah merusak dunia pendidikan, mencoreng nama baik sekolah, bahkan sudah menjurus pada harga diri dan nama baik saya sebagai kepala sekolah," tegasnya saat dikonfirmasi.
Kendati tengah dirundung badai polemik, Fetry berkomitmen tidak akan mundur dan tetap fokus menunaikan kewajiban profesionalnya memimpin SMPN 5 Seluma sesuai koridor hukum.
Ia mengimbau seluruh dewan guru, jajaran komite, wali murid, hingga elemen masyarakat sekitar untuk bersikap dewasa dengan menyaring informasi dan bersama-sama mengembalikan kekondusifan lingkungan sekolah demi masa depan anak didik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
