Kuota Biosolar Bengkulu Ditambah 1.588 Kilo Liter, Pemprov Jamin Stok BBM Aman

Kuota Biosolar Bengkulu Ditambah 1.588 Kilo Liter, Pemprov Jamin Stok BBM Aman

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana--(Sumber Foto: Putri/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Pemerintah Provinsi BENGKULU menerima tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada Juli 2026. Tambahan kuota sebesar 1.588 kilo liter (KL) tersebut membuat alokasi Biosolar untuk BENGKULU meningkat dari semula 105.658 KL menjadi 107.246 KL.

Tambahan kuota ini menjadi angin segar bagi masyarakat, mengingat kebutuhan Biosolar di Provinsi Bengkulu terus mengalami peningkatan setiap harinya. Pemerintah berharap penambahan tersebut mampu mengantisipasi potensi kekurangan pasokan sekaligus menjaga kelancaran distribusi BBM bersubsidi hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan penambahan kuota merupakan hasil koordinasi dan evaluasi kebutuhan riil di lapangan bersama pemerintah pusat melalui BPH Migas.

"Alhamdulillah, Bengkulu mendapatkan tambahan kuota Biosolar sebesar 1.588 kilo liter. Penambahan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kekurangan pasokan, mengingat konsumsi Bio Solar di Bengkulu cukup tinggi," ujar Rico Yulyana, Rabu (15/7).

BACA JUGA:Bank Bengkulu Perbarui Tampilan Saldo di e-Channel, Kini Menampilkan Saldo Efektif untuk Transaksi Nasabah

BACA JUGA:Pertamina Tegaskan BBM Subsidi Hanya untuk Masyarakat yang Berhak

Ia menjelaskan, rata-rata konsumsi Biosolar di Provinsi Bengkulu saat ini mencapai sekitar 344 kilo liter per hari. Dengan tingkat konsumsi tersebut, tambahan kuota dinilai sangat penting untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Penambahan kuota ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan Biosolar hingga akhir tahun sehingga aktivitas masyarakat maupun sektor usaha yang menggunakan BBM bersubsidi tidak terganggu," tambahnya.

Rico menegaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran BBM, khususnya Biosolar, dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan merata di seluruh kabupaten dan kota.

Menurutnya, distribusi BBM akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah sehingga tidak terjadi ketimpangan pasokan ataupun antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Selain memastikan distribusi berjalan optimal, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM bersubsidi secara bijak dan sesuai peruntukannya. Pengawasan terhadap penyaluran BBM akan terus diperketat guna mencegah penyalahgunaan maupun penyelewengan distribusi.

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Siapkan Pembangunan Pabrik Biodiesel, Target Direalisasikan 2027

BACA JUGA:Baru Capai 60 Persen, Dinkes Imbau Orang Tua Segera Lengkapi Imunisasi Dasar Anak

"Kami juga mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM bersubsidi sesuai aturan. Pengawasan akan terus dilakukan agar kuota yang tersedia benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak," tutup Rico.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait