Sensus Penduduk di Bengkulu Capai 68,95 Persen, BPS Target Rampung Pertengahan Agustus
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, Saat diwawancara Reporter.--(Sumber Fot: Putri/Betv)
BENGKULU, BETVNEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi BENGKULU mencatat progres pelaksanaan sensus penduduk di wilayah BENGKULU terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Juli 2026, realisasi pendataan telah mencapai 68,95 persen dari total sasaran yang ditetapkan.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan sensus di Bengkulu masih berjalan sesuai target. Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang dinilai sangat kooperatif selama proses pendataan berlangsung.
BACA JUGA:Harga Sawit PT SBS Naik Jadi Rp2.730 per Kilogram, Selisih Rp70 dengan PT BSL
"Alhamdulillah, hingga akhir Juli capaian sensus penduduk di Bengkulu sudah mencapai 68,95 persen. Proses pendataan berjalan sesuai target dan respons masyarakat di Bengkulu sangat baik. Hampir tidak ada penolakan terhadap petugas sensus," ujar Win Rizal, Senin 27 Juli 2026.
Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah daerah lain yang masih menghadapi kendala berupa penolakan dari sebagian masyarakat saat proses pendataan dilakukan. Di Bengkulu, masyarakat justru memberikan dukungan sehingga pelaksanaan sensus dapat berjalan lebih lancar.
BACA JUGA:Festival Pantai Panjang Dongkrak Omzet Pedagang UMKM, Penjualan Meningkat Hingga Malam Puncak
Secara nasional, pelaksanaan sensus penduduk ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2026. Namun, BPS Provinsi Bengkulu optimistis proses pendataan di daerah ini dapat dirampungkan lebih cepat, yakni sekitar pertengahan Agustus 2026.
Selain melakukan pendataan penduduk, petugas BPS juga melakukan pendataan terhadap aktivitas usaha yang berada di rumah tangga. Pendataan tersebut mencakup berbagai jenis usaha, baik usaha mikro, kecil, maupun usaha berskala besar yang dijalankan oleh masyarakat.
Win Rizal menjelaskan, total sasaran pendataan penduduk dan usaha di Provinsi Bengkulu mencapai sekitar 710 ribu rumah tangga. Meski demikian, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring ditemukannya rumah tangga baru akibat pemecahan kartu keluarga maupun perubahan kondisi di lapangan.
"Petugas kami tidak hanya mendata penduduk, tetapi juga melakukan pendataan usaha di rumah tangga. Saat ini total sasaran sekitar 710 ribu rumah tangga, namun jumlah itu masih bisa bertambah apabila ditemukan rumah tangga baru selama proses pendataan berlangsung," jelasnya.
Ia berharap masyarakat tetap memberikan dukungan kepada petugas sensus hingga seluruh proses pendataan selesai. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, perencanaan program, serta penyediaan layanan publik yang lebih tepat sasaran.
"BPS berharap partisipasi masyarakat tetap terjaga agar seluruh target pendataan dapat diselesaikan tepat waktu dan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan di masa mendatang," tutup Win Rizal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
