Bengkulu Masih Aktif Diguncang Gempa, BMKG: Tetap Waspada, Jangan Panik

Bengkulu Masih Aktif Diguncang Gempa, BMKG: Tetap Waspada, Jangan Panik

Forecaster BMKG Stasiun Klimatologi , Pungky Saiful Akbar--(Foto: Mutia/Tim/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah BENGKULU masih rutin diguncang gempa bumi. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan terjadinya gempa berkekuatan lebih besar.

Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan aktivitas kegempaan yang terjadi hingga saat ini masih berada dalam kategori normal karena Provinsi Bengkulu memang berada di salah satu kawasan tektonik paling aktif di dunia.

BACA JUGA:Kurangi Beban TPA, DLH Bengkulu Perkuat Program Pilah Sampah dan Kembangkan Rumah Maggot di 9 Kecamatan

BACA JUGA:Kasus Pengeroyokan di Kepahiang, Korban Bantah Tudingan Minta Uang Damai Rp60 Juta

Forecaster BMKG Stasiun Klimatologi , Pungky Saiful Akbar, menjelaskan, aktivitas kegempaan di Provinsi Bengkulu secara umum memang selalu berada dalam kategori aktif.

Berdasarkan catatan BMKG, gempa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir didominasi oleh gempa bermagnitudo kecil hingga menengah.

Sebagian besar merupakan gempa dangkal yang tidak dirasakan masyarakat dan hanya terekam oleh jaringan sensor seismograf BMKG.

"Secara umum, aktivitas kegempaan di Provinsi Bengkulu selalu dalam kategori aktif. Dalam beberapa waktu terakhir, catatan BMKG menunjukkan adanya fluktuasi yang didominasi oleh rentetan gempa bermagnitudo kecil hingga menengah. Sebagian besar gempa merupakan gempa dangkal dan tidak dirasakan oleh masyarakat," jelas Pungky, Rabu (29/7/2026).

BACA JUGA:Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi DD, Eks Kades Bandar Agung Ajukan Eksepsi Dakwaan JPU

BACA JUGA:Seluma Dapat Kucuran APBN Rp16,54 Miliar dari Kementerian Pertanian

Menurutnya, frekuensi gempa yang terjadi saat ini masih tergolong wajar. Hal tersebut dikarenakan posisi Bengkulu berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik yang aktif, sehingga aktivitas gempa berskala kecil merupakan bagian dari proses alami pelepasan energi di kerak bumi.

"Seringnya terjadi gempa berskala kecil justru merupakan proses alamiah pelepasan energi di kerak bumi. Mengingat juga posisi geografis Bengkulu, kondisi ini adalah hal yang wajar dan sehari-hari terjadi," ujarnya. 

Pungky menjelaskan, terdapat dua sumber utama yang memicu aktivitas gempa di Bengkulu. Pertama, zona subduksi atau Megathrust di lepas pantai barat Sumatra, tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Kedua, aktivitas Sesar Sumatra atau Patahan Semangko yang membentang di sepanjang Pulau Sumatra.

BACA JUGA:Kinerja DLH Disorot, DPRD Seluma Siapkan RDP dan Langkah Uji Lab Mandiri Dugaan Pencemaran Sungai

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait