2 Putera Terbaik Bengkulu Kolaborasi Bawa Program strategies Ke Bumi Merah Putih

2 Putera Terbaik Bengkulu Kolaborasi Bawa Program strategies Ke Bumi Merah Putih

2 Putera Terbaik Bengkulu Kolaborasi Bawa Program strategies Ke Bumi Merah Putih--(Sumber Foto: Ilham/BETV)

BENGKULU, BETVNEWS - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin bersama Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI akan bekerjasama dalam merealisasikan program pengabdian Angkatan Darat Karya Bakti Skala Besar (KBSB) di Provinsi Bengkulu.

Hal Itu disampaikan saat Kedua putera terbaik Bengkulu itu melakukan pembicaraan intensif terkait realisasi program KBSB di ruang kerja ketua DPD RI di Senayan Jakarta pada Selasa (29/09).

"Kehadiran Panglima Kopassus Letjend Djon Afriyandi pagi ini dalam rangka melakukan koordinasi dan kolaborasi pelaksanaan kegiatan KBSB. Kopassus memang ditugaskan dan perlu terlibat aktif dalam agenda percepatan pengentasan kemiskinan di daerah tertinggal, terluar Dan terdepan (3T)," ungkap Sultan kepada awak media.

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Dukung PGRI Power, Dorong Guru Kuasai Teknologi dan AI

BACA JUGA:3 Ruas Jalan di Seluma Bakal Dihotmix Lewat Dana Inpres, Total Anggaran Tembus Rp34 Miliar

Terkait dengan peran DPD RI, kata Sultan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak khususnya kementerian lembaga terkait untuk turut berkolaborasi dalam program KBSB ini.

"TNI Angkatan Darat juga DPD RI sangat memahami bahwa banyak kebutuhan dasar masyarakat yang justru belum sepenuhnya disiapkan oleh negara. Sementara itu, di saat yang sama Pemerintah daerah merasa sedang kekurangan anggaran," tegasnya.

Oleh Karena itu, lanjutnya, TNI AD melalui Kopassus berupaya serius melakukan terobosan pengabdian yang berorietasi pada peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat daerah melalui program KBSB.

Sementara itu, Panglima Kopassus Letjend Djon Afriyandi mengungkapkan program KBSB meliputi pembangunan jembatan, jaringan irigasi, sumur bor hingga operasi katarak dan lain-lain. Jenis program ini merupakan hasil penampungan aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh Dandim, Korem hingga Kodam.

BACA JUGA:Sidang Korupsi Pengadaan SKU PLTA Musi, Seluruh Komponen Disebut Diganti

BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Sanksi PT BSL, Wajib Benahi IPAL dan Kualitas Limbah dalam 30 Hari

"Mengapa kami perlu terlibat dalam agenda pembanguan di daerah tertinggal Dan terdampak bencana, karena yang dibutuhkan masyarakat di daerah 3T Dan Daerah terdampak bencana adalah kecepatan dan efektifitas," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: