Setahun Diresmikan, RSP Unib Belum Beroperasi, Terkendala Alkes dan Perizinan
Setahun Diresmikan, RSP Unib Belum Beroperasi, Terkendala Alkes dan Perizinan--(Sumber Foto: Ilham/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Bengkulu (Unib) hingga saat ini belum beroperasi meski telah diresmikan sekitar satu tahun lalu.
Rumah sakit yang dibangun dengan dukungan dana hibah luar negeri dari Saudi Fund for Development (SFD) tersebut menelan anggaran sekitar 20 juta dolar AS.
BACA JUGA:Waspadai! Berikut 7 Tanda Tubuh yang Alami Asam Urat
BACA JUGA:Baru PT MSS yang Lapor, Pemkab Seluma Sentil 16 Perusahaan yang Belum Salurkan Transparansi CSR
RSP Unib dirancang tidak hanya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan dan penelitian bagi civitas akademika Unib.
Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata mengatakan, operasional rumah sakit masih menunggu kelengkapan alat kesehatan (alkes) yang menjadi salah satu persyaratan dalam proses perizinan ke Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, pengajuan izin tidak cukup hanya dengan melampirkan kesiapan bangunan fisik. Ketersediaan peralatan kesehatan juga harus dipenuhi.
"Untuk pengurusan perizinan ke Kementerian Kesehatan, tidak cukup dilampirkan bangunan fisik, tetapi juga dibutuhkan peralatan alat kesehatan (alkes)," kata Indra.
BACA JUGA:11 KDMP Bengkulu Selatan Segera Dicek, Pastikan Kesiapan Sebelum Beroperasi
BACA JUGA:Longsor Tutup Sebagian Jalan Manna-Kaur Bengkulu Selatan, BPBD Turunkan Tim Bersihkan Material Tanah
Saat ini, Unib masih mengajukan pengadaan alkes melalui SFD. Pengadaan tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan proses pengurusan perizinan.
"Ketika semua alkes sudah tersedia, dokumen perizinan juga siap diajukan. Jadi sejalan," ujarnya.
Indra mengatakan, RSP Unib dirancang memiliki kapasitas 120 tempat tidur, tiga poli dasar serta Instalasi Gawat Darurat (IGD). Fasilitas tersebut disiapkan sesuai dengan persyaratan pengajuan izin rumah sakit ke Kementerian Kesehatan.
Terkait target operasional, Indra menyebut pihaknya berharap anggaran untuk mendukung kelengkapan rumah sakit dapat tersedia pada 2027.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

