BETVNEWS - Pengembang objek wisata family yang berada di kawasan pesisir pantai wilayah Kecamatan Pondok Kelapa tepatnya di Sungai Hitam Desa Pekik Nyaring, mengeluhkan ancaman abrasi yang terjadi. Terlebih abrasi ini setiap saat mengikis lahan yang membuat lokasi objek wisatanya semakin sempit, dan kesulitan untuk mengembangkan objek wisata guna memikat para pengunjung. "Kami tidak dapat mengembangkan usaha lantaran abrasi yang terjadi, meskipun terus diantisipasi namun tidak membuahkan hasil," ungkap Darma Pitra Manajer Wisata Family. Sementara itu abrasi yang terjadi tak hanya mengancam pengembang wisata, namun juga mengancam pemukiman warga yang berada di sepanjang pesisir pantai terutama nelayan, terlebih abrasi sudah mendekati pemukiman. Keluhan ini sejatinya telah diusulkan oleh warga dan pihak Kecamatan ke Pemerintah Daerah, namun tak membuahkan hasil. Ini lantaran anggaran yang tersedia sangat minim, sehun pihak badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) tidak dapat berbuat apa -apa. "Diharapkan pemerintah daerah dapat memperhatikan dan mencari solusi atas permasalahan ini, sehingga kondisi abrasi tidak merugikan kami serta warga lainnya," pungkas Pitra. ( Ronal )
Abrasi Ancam Objek Wisata dan Rumah Warga
Minggu 23-02-2020,10:47 WIB
Reporter : terkini!
Editor : terkini!
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 19-06-2026,10:15 WIB
Walhi Kecam Aksi Masyarakat yang Tebang Pohon Cemara di Pantai Panjang
Kamis 18-06-2026,17:05 WIB
Pengumuman SPMB Jalur Domisili Bengkulu Diundur, Masa Sanggah Dibuka 20 Juni
Kamis 18-06-2026,18:36 WIB
Harga Pertamax Naik, Pemprov Bengkulu Siapkan Penyesuaian Anggaran BBM Mobil Dinas
Kamis 18-06-2026,18:37 WIB
Makin Sejahtera, PPPK di Lingkungan Pemkot Bengkulu Bakal Dapat Jaminan Hari Tua
Terkini
Jumat 19-06-2026,10:15 WIB
Kejari Rejang Lebong Himbau untuk Tidak Mudah Termakan Berita Hoak, Perkara Diproses Secara Profesional
Jumat 19-06-2026,10:15 WIB
Walhi Kecam Aksi Masyarakat yang Tebang Pohon Cemara di Pantai Panjang
Jumat 19-06-2026,10:14 WIB
Pemprov Bengkulu Raih WTP Lagi, BPK Beri Waktu 60 Hari Selesaikan Temuan
Jumat 19-06-2026,10:09 WIB
Sampaikan Aspirasi, ASBS Minta Pemprov Bengkulu Tegas Soal Batas Wilayah Perkebunan
Jumat 19-06-2026,10:03 WIB