BENGKULU, BETVNEWS - Kebakaran hebat terjadi di kawasan permukiman padat sekitar Benteng Marlborough, tepatnya di RT 05 RW 02, Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Minggu siang (22/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kobaran api yang tiba-tiba membesar disertai asap hitam pekat langsung mengundang kepanikan warga. Api terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari kejauhan.
BACA JUGA:Perluas Layanan Gizi, Dapur SPPG Wilayah Terpencil di Bengkulu Segera Dibuka
BACA JUGA:38 Peserta Berebut 11 Jabatan, DPRD Soroti Seleksi JPT Pemkot Bengkulu
Berdasarkan pantauan di lokasi, sedikitnya dua bangunan hangus dilalap api. Salah satunya merupakan bangunan PAUD Burniat Ceria yang juga difungsikan sebagai rumah tinggal milik Devi Suryani. Sementara satu bangunan lainnya merupakan rumah kosong yang diketahui baru sekitar satu bulan terakhir disewakan.
Api diduga pertama kali muncul dari rumah kosong tersebut sebelum dengan cepat merembet ke bangunan di sekitarnya. Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan lama turut mempercepat penyebaran api.
BACA JUGA:Masuki Musim Pancaroba, BMKG Bengkulu Imbau Warga Waspada Saat Bepergian dan Berwisata
BACA JUGA:Pasca Lebaran, Pemkab Bengkulu Selatan Perketat Disiplin ASN demi Pelayanan Optimal
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, ia menyebut kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.
“Tidak ada korban jiwa. Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran ini disebabkan korsleting listrik. Apalagi sebelumnya di ujung kawasan ini juga sempat terjadi kebakaran pada beberapa rumah dengan penyebab serupa,” ujar Yuliansyah di lokasi kejadian.
BACA JUGA:Membuahkan Hasil, Arus Lalu Lintas di Seluma Aman dan Terkendali hingga H+2 Lebaran
BACA JUGA:Geliat Roda Ekonomi di Balik Arus Mudik, Antara Tradisi dan Potensi Kebijakan 'Gerak Bersama'
Ia menjelaskan, rumah yang menjadi titik awal kebakaran telah lama ditinggalkan oleh penghuninya.
“Informasi dari warga, rumah tersebut sebelumnya ditempati, namun sudah sekitar satu bulan ditinggalkan. Api diduga berasal dari sana dan kemudian merembet ke bangunan PAUD di sebelahnya,” jelasnya.
Dalam proses pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu mengerahkan seluruh armada yang tersedia mengingat lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk dengan risiko api cepat meluas.