Perkuat Pengawasan Media, KPID Bengkulu Resmi Luncurkan Aplikasi SMILED Berbasis Data

Selasa 05-05-2026,12:31 WIB
Reporter : Kristiani Putri
Editor : Ria Sofyan

BENGKULU, BETVNEWS - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis aplikasi SMILED (System Monitoring and Information Lembaga Penyiaran Daerah), Selasa pagi (5/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan media penyiaran melalui pemanfaatan teknologi digital yang lebih modern dan terintegrasi.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Universitas Prof, Dr. Hazairin (Unihaz) Bengkulu tersebut dihadiri oleh Komisioner KPI Pusat Muhammad Hasrul Hasan, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu Nelly Alesa, serta para jurnalis dari berbagai media di Bengkulu.

Komisioner KPI Pusat Muhammad Hasrul Hasan menjelaskan, aplikasi SMILED merupakan inovasi strategis yang berfungsi sebagai pusat data sekaligus sistem pengawasan penyiaran yang terintegrasi secara nasional.

BACA JUGA:Alokasikan Rp4,5 Miliar, Pemkab Mukomuko Bakal Rehab Bagian Urgen Kantor Bupati

BACA JUGA:Sambangi SMPN 017 Bengkulu Utara, Kapolsek Enggano Beri Motivasi Siswa yang Tengah Ujian

"Aplikasi SMILED ini menjadi sumber data sekaligus pusat pengawasan penyiaran yang terintegrasi. Melalui aplikasi ini, seluruh lembaga penyiaran diminta melaporkan pola siar secara berkala, sehingga proses pengawasan oleh KPI dapat dilakukan lebih akurat dan berbasis data," ujar Hasrul.

Ia menambahkan, kehadiran SMILED juga membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya regulator, publik termasuk jurnalis dan akademisi dapat memanfaatkan data yang tersedia sebagai referensi.

"Data dalam aplikasi ini bisa diakses untuk mengetahui jumlah dan kondisi lembaga penyiaran. Ini juga dapat dimanfaatkan oleh akademisi atau mahasiswa sebagai bahan penelitian," tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPID Provinsi Bengkulu Tedi Cahyono menegaskan, implementasi aplikasi SMILED di daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan terhadap siaran televisi dan radio.

BACA JUGA:DLH Mukomuko Targetkan Laboratorium Lingkungan Beroperasi 2026, Fokus Kejar Rehab Gedung

BACA JUGA:Tembus Rp291,91 Miliar, Program Makan Bergizi Gratis Bengkulu Sudah Jangkau 330 Ribu Orang

"Dengan sistem yang terintegrasi, pengawasan akan menjadi lebih terkontrol, transparan, dan akurat. Ini tentu akan berdampak pada peningkatan kualitas konten siaran di daerah," jelas Tedi.

Ia juga menyebut, aplikasi SMILED turut mendukung akurasi data perizinan lembaga penyiaran karena telah terhubung dengan sistem di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu Nelly Alesa menyampaikan dukungannya terhadap penerapan aplikasi ini. Menurutnya, digitalisasi pengawasan penyiaran merupakan langkah penting dalam mendorong profesionalisme lembaga penyiaran di daerah.

Kategori :