Meski demikian, penyebab kematian belum dapat dipastikan. Aparat masih menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan apakah korban meninggal akibat faktor kesehatan atau terdapat penyebab lain yang perlu didalami lebih lanjut.
BACA JUGA:Aksi Bersih Pantai Panjang, Pemkot Pastikan 10.000 Pohon Kelapa Program Gempala Terawat
BACA JUGA:Pertahankan Nol Kasus Gonore di Lebong, Dinkes Ingatkan Remaja Jauhi Seks Bebas
Keterangan keluarga menyebutkan bahwa Hafas memiliki riwayat penyakit jantung dan gangguan lambung. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses penyelidikan, namun polisi menegaskan kesimpulan akhir tetap mengacu pada hasil pemeriksaan medis.
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu menggunakan ambulans. Di rumah sakit, petugas medis melakukan pemeriksaan luar sambil menunggu kedatangan anggota keluarga yang berada di Pulau Jawa.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat melalui jajaran Polsek Selebar memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh hingga penyebab kematian korban dapat diketahui secara jelas.
BACA JUGA:Jadi Pelabuhan Penyangga Pulau Baai, Pengerjaan Fisik Pelabuhan Linau Kaur Dimulai 2027
BACA JUGA:3 Bulan Rusak Parah, Jembatan Taba Pasmah Bengkulu Tengah Mulai Dibeton
Saat ini polisi masih mengumpulkan berbagai informasi dan mendalami keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Hasil visum yang dilakukan tim medis nantinya akan menjadi salah satu dasar utama dalam menentukan penyebab kematian Hafas Tjandra.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait aktivitas korban dalam beberapa hari terakhir agar dapat menyampaikannya kepada penyidik guna membantu proses penyelidikan.
BACA JUGA:Tiba di Asrama Haji, 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Bengkulu Dipantau Kesehatannya Selama 14 Hari
BACA JUGA:Diduga Terpeleset Saat Tugas Malam, Satpam PT MPM Ditemukan Tewas Tersangkut di Pintu Air
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap warga lanjut usia yang tinggal seorang diri. Kepedulian keluarga maupun lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk memastikan kondisi lansia tetap terpantau, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Dengan komunikasi yang rutin dan perhatian dari orang-orang terdekat, kondisi darurat kesehatan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan dapat segera diberikan.