BENGKULU, BETVNEWS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 dengan tema "Peran Strategis Perempuan Pengusaha Provinsi Bengkulu dalam Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas."
Rakerda tersebut menjadi momentum bagi IWAPI Bengkulu untuk menyusun program kerja sekaligus memperkuat sinergi antaranggota dalam menghadapi tantangan ekonomi dan meningkatkan daya saing pelaku usaha perempuan.
Ketua DPD IWAPI Provinsi Bengkulu, Trisna Anggraini, mengatakan Rakerda menjadi wadah menyatukan visi seluruh pengurus dan anggota agar organisasi semakin solid serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah.
"IWAPI hadir sebagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan perempuan pengusaha melalui pembinaan, pemberdayaan, dan penguatan jaringan usaha. Organisasi ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi rumah bagi para anggotanya untuk saling berbagi pengalaman, memperluas relasi, dan meningkatkan kapasitas usaha," ujar Trisna saat membuka Rakerda di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (7/7/2026).
BACA JUGA:Tahun Ajaran Baru, Penjualan Perlengkapan Sekolah di Kota Bengkulu Melonjak Tajam
BACA JUGA:Alih Status 4.370 PPPK Paruh Waktu, Pemprov Bengkulu Tunggu Juknis Pusat
Menurut Trisna, kekuatan utama IWAPI terletak pada kolaborasi antaranggota. Melalui jaringan yang dimiliki organisasi, setiap kebutuhan usaha dapat saling dipenuhi sehingga membuka peluang kerja sama dan memperkuat ekosistem bisnis perempuan di Bengkulu.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Menurutnya, digitalisasi kini menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha, mulai dari pemasaran produk hingga pengurusan perizinan secara elektronik.
Meski demikian, masih ada pelaku usaha perempuan yang membutuhkan peningkatan kemampuan digital. Karena itu, IWAPI akan terus menggelar pelatihan dan pendampingan agar anggotanya mampu mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan daya saing usaha.
"Rakerda ini menjadi momentum menyusun program kerja dan strategi menghadapi tantangan ekonomi. Kita harus terus berkolaborasi dalam memberdayakan perempuan, memperkuat ekonomi keluarga, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Usai pembukaan Rakerda, Trisna mengatakan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih harus dihadapi dengan semangat kebersamaan.
Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus mampu melahirkan inovasi dan memanfaatkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Ia menambahkan, anggota IWAPI Bengkulu berasal dari berbagai sektor usaha, seperti pertanian, pendidikan, kuliner, kerajinan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga memiliki potensi besar untuk saling mendukung dalam mengembangkan usaha.
BACA JUGA:Kepatuhan Rendah, Pemutihan Pajak di Bengkulu Baru Dimanfaatkan 43 Ribu Kendaraan