Tidak semua kehilangan adalah hukuman. Ada kehilangan yang menjadi cara Allah menyelamatkan kita. Ada pintu yang ditutup karena Allah tahu jalan di baliknya tidak baik untuk kita. Ada doa yang belum dikabulkan karena Allah sedang menyiapkan waktu yang paling tepat.
Kita sering kecewa karena hidup tidak berjalan sesuai rencana. Namun kemudian kita sadar, rencana manusia terbatas, sedangkan rencana Allah tidak pernah salah.
Maka jangan mengukur kebahagiaan dari banyaknya keinginan yang terpenuhi. Ukurlah dari seberapa tenang hati kita ketika mengingat Allah.
BACA JUGA:RTRW Belum Rampung, Pengembangan Kawasan Industri Pulau Baai Masih Tertahan
Sebab harta bisa habis, jabatan bisa berakhir, manusia bisa datang dan pergi. Tetapi ketenangan hati yang Allah berikan adalah rezeki yang tidak ternilai.
Jika hari ini engkau sedang lelah, sujudlah.
Jika sedang kecewa, sujudlah.
Jika sedang kehilangan, sujudlah.
Jika doa-doamu terasa belum mendapatkan jawaban, tetaplah sujud.
Karena mungkin bukan keadaan yang harus terlebih dahulu berubah. Bisa jadi, Allah sedang mengubah dirimu menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih dekat kepada-Nya.
BACA JUGA:Sultan B Najamudin Tegaskan Dana Transfer Harus Jadi Motor Pertumbuhan Daerah
BACA JUGA:Cek di Sini! Efek Samping Tape untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui, Hati-hati Berlebihan
Kelak, ketika semua kesedihan telah berlalu, kita akan melihat bahwa air mata yang pernah jatuh di atas sajadah ternyata bukanlah tanda kelemahan. Ia adalah saksi bahwa pernah ada seorang hamba yang jatuh, tetapi memilih untuk bangkit dengan bersandar kepada Allah.
Jadi, ketika dunia terasa terlalu berat dan diri merasa begitu lelah, jangan menyerah.
Berhentilah sejenak dari dunia, lalu sujudlah kepada-Nya.