Selain melihat angka pada termometer, kondisi anak secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.
Perubahan perilaku, tingkat kesadaran, kemampuan minum, frekuensi buang air kecil, serta munculnya gejala lain dapat memberikan informasi mengenai kondisi anak.
Pengukuran suhu dengan termometer juga dapat membantu orang tua mengetahui apakah demam mengalami perubahan atau justru semakin tinggi.
BACA JUGA:Anti Penasaran! Ini 6 Daftar Makanan Bikin Diet Jadi Lancar
7. Kenali kapan anak perlu diperiksa dokter
Tidak semua demam membutuhkan pemeriksaan segera, tetapi ada kondisi tertentu yang perlu mendapatkan perhatian medis.
Bayi berusia kurang dari tiga bulan dengan suhu 38°C atau lebih perlu segera mendapatkan penilaian medis.
Anak juga perlu segera diperiksa jika mengalami kesulitan bernapas, kejang, sangat mengantuk atau sulit dibangunkan, leher kaku, ruam yang tidak biasa, tanda dehidrasi, atau kondisi yang semakin memburuk.
Demam pada anak umumnya merupakan respons tubuh terhadap kondisi tertentu dan tidak selalu berbahaya.
BACA JUGA:Kini Punya Kepastian Pasar, 2 Kelompok Tani Sawit Jalin Kemitraan dengan 2 PKS Bengkulu Selatan
Penanganan dapat berfokus pada membuat anak nyaman, menjaga kecukupan cairan, memberikan waktu istirahat, serta memantau kondisinya.
Namun, usia anak, tingkat demam, lama demam, dan gejala yang menyertainya perlu diperhatikan.
Jika muncul tanda bahaya atau orang tua merasa kondisi anak tidak seperti biasanya, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan menjadi langkah yang penting.