6. Cek Barang Sebelum Menyelesaikan Pesanan
Setelah paket tiba, jangan langsung membuang kemasan atau menyelesaikan transaksi sebelum memeriksa barang.
Jika memungkinkan, rekam proses membuka paket, terutama untuk barang elektronik atau produk bernilai tinggi.
Periksa jumlah barang, kondisi fisik, warna, ukuran, tipe, serta kelengkapan aksesori. Jika terdapat kerusakan atau barang tidak sesuai, dokumentasi tersebut dapat membantu ketika mengajukan komplain melalui platform.
7. Jangan Mudah Percaya Pesan Mengatasnamakan Kurir atau Marketplace
Penipuan belanja online tidak selalu terjadi saat memilih produk. Setelah melakukan pembelian, kamu juga mungkin menerima pesan yang mengatasnamakan kurir, marketplace, atau pihak lain.
BACA JUGA:Dari Upah Minimum hingga Pesangon, Ini 8 Usulan Buruh Bengkulu untuk RUU Ketenagakerjaan
Waspadai pesan yang meminta OTP, biaya tambahan melalui rekening tertentu, atau meminta kamu membuka file dan tautan yang tidak jelas.
Jika ragu, periksa status pesanan langsung melalui aplikasi atau hubungi layanan resmi platform.
Belanja online sebenarnya dapat dilakukan dengan aman selama kamu tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Selalu periksa reputasi penjual, bandingkan harga, gunakan pembayaran resmi, dan lindungi data pribadi.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Mulai Digitalisasi Retribusi Parkir, Pembayaran Resmi Gunakan QRIS
Inilah beberapa tips belanja online supaya aman dari penipuan yang perlu diketahui.