3. Jaga Berat Badan agar Perubahannya Bertahap
Perubahan berat badan yang cepat dapat meningkatkan risiko munculnya stretch mark karena kulit mengalami peregangan dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, menjaga berat badan tetap stabil dapat membantu mengurangi risiko terbentuknya garis baru.
Jika ingin menurunkan atau menaikkan berat badan, lakukan secara bertahap dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang sesuai kemampuan.
4. Penuhi Kebutuhan Nutrisi untuk Kesehatan Kulit
Kulit membutuhkan berbagai zat gizi untuk mempertahankan fungsi dan proses perbaikannya.
Protein berperan dalam pembentukan jaringan, sedangkan vitamin C membantu tubuh memproduksi kolagen.
Kamu bisa memperoleh nutrisi tersebut dari telur, ikan, ayam, kacang-kacangan, jeruk, jambu biji, brokoli, dan sayuran hijau.
Makanan yang mengandung zinc, seperti makanan laut dan biji-bijian, juga dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi agar tubuh tetap terhidrasi. Meski nutrisi penting bagi kesehatan kulit, belum ada bukti kuat bahwa makanan tertentu dapat menghapus stretch mark yang sudah terbentuk.
5. Lakukan Pijatan Lembut dengan Minyak atau Pelembap
Pijatan lembut menggunakan pelembap dapat membantu membuat kulit terasa lebih nyaman.
Kamu bisa mengoleskan produk, kemudian memijat area kulit secara perlahan tanpa memberikan tekanan berlebihan.
Beberapa orang menggunakan minyak kelapa, minyak almond, atau minyak zaitun untuk menjaga kelembapan kulit.
Namun, minyak tersebut belum terbukti secara konsisten dapat mencegah atau menghilangkan stretch mark.
6. Pertimbangkan Perawatan Laser atau Microneedling