Jika keluhan terus berlanjut setelah mengonsumsi labu siam, perhatikan cara pengolahan serta bahan tambahan yang digunakan.
3. Berisiko Menimbulkan Reaksi Alergi
Walaupun jarang terjadi, seseorang tetap dapat mengalami reaksi alergi terhadap makanan tertentu, termasuk labu siam.
Gejalanya bisa berupa gatal-gatal, ruam kulit, atau pembengkakan pada bagian tubuh tertentu setelah mengonsumsinya.
BACA JUGA:Yuk, Gunakan Kulit Kentang Jadi Produk Kecantikan, Simak Disini Manfaatnya!
Jika muncul gejala yang diduga berkaitan dengan alergi, hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Apabila terjadi sesak napas atau pembengkakan pada lidah dan tenggorokan, segera cari pertolongan medis darurat.
4. Perlu Diperhatikan oleh Penderita Penyakit Ginjal Tertentu
Labu siam mengandung kalium, yaitu mineral yang membantu mengatur tekanan darah dan menjaga fungsi otot serta saraf.
Namun, orang dengan penyakit ginjal tertentu mungkin mengalami kesulitan membuang kelebihan kalium dari tubuh.
Jika kadar kalium dalam darah terlalu tinggi, kondisi tersebut dapat mengganggu irama jantung.
BACA JUGA:Bahan Alami yang Dapat Melembapkan Kulit, Bisa Bantu Kulit Tetap Halus dan Sehat
Karena itu, penderita penyakit ginjal yang mendapat anjuran membatasi kalium perlu menyesuaikan porsi labu siam berdasarkan saran dokter atau ahli gizi.
5. Dapat Menimbulkan Iritasi pada Kulit Saat Diolah
Labu siam mentah dapat mengeluarkan getah ketika dikupas atau dipotong. Pada sebagian orang, getah tersebut bisa menimbulkan rasa lengket, kering, atau iritasi sementara pada kulit tangan.
Untuk mengurangi ketidaknyamanan, gunakan sarung tangan saat mengupas labu siam jika kulit mudah mengalami iritasi. Setelah selesai, cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.