Jalan Lintas Bengkulu–Palembang di Kepahiang Rusak Berulang, Warga Soroti Tambal Sulam BPJN
Jalan Lintas Bengkulu–Palembang di Kepahiang Rusak Berulang, Warga Soroti Tambal Sulam BPJN--(Sumber Foto: Doc/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Kondisi Jalan Nasional Lintas BENGKULU–Palembang di tengah Kota Kepahiang kembali menuai sorotan masyarakat.
Jalan lintas yang berada di bawah kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) ini dinilai kerap diperbaiki secara tambal sulam, namun kerusakan terus berulang dan membahayakan pengguna jalan.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Pasang Target PAD 2026 Rp400 Miliar, Andalkan Pajak Hiburan dan Parkir
Kerusakan jalan terlihat di sejumlah titik, terutama di kawasan pusat kota. Meski sempat dilakukan perbaikan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 lalu, kondisi jalan kembali berlubang dan menganga dalam waktu singkat. Hal ini memicu keluhan warga, khususnya para pengendara yang melintas setiap hari.
Salah satu warga Kepahiang, Nanda, pemilik toko emas di Pasar Kepahiang, mengungkapkan bahwa lubang jalan di depan tokonya telah terjadi hampir enam bulan dan sering menyebabkan kecelakaan.
BACA JUGA:iPhone 17 e Rilis 2026, Cek Spesifikasi dan Fitur Menariknya di Sini
“Sudah hampir enam bulan jalan di depan toko ini berlubang. Banyak pengendara jatuh, terutama motor. Pernah diperbaiki dengan cara ditimbun, tapi tidak bertahan lama. Tambal sulam terus dilakukan, tapi rusaknya juga cepat,” ujar Nanda.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang menilai pola perbaikan jalan nasional di Kepahiang terkesan tidak tuntas dan hanya bersifat sementara.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, meminta BPJN Bengkulu tidak lagi melakukan perbaikan setengah hati. Ia menegaskan perlunya pembangunan jalan secara permanen agar kerusakan tidak terus berulang.
BACA JUGA:Dibuka Onic, Berikut Jadwal Lengkap Swiss Stage M7 World Championship Hari Ini
BACA JUGA:Suzuki Baleno 2017, Rekomendasi Terbaik Mobil Keluarga, Cek Harga dan Spesifikasinya
“Kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan mendesak agar dilakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam. Jalan ini terus rusak dan membahayakan masyarakat, sehingga harus menjadi perhatian serius pihak balai,” tegas Zurdi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


