Target 100 Persen, Sekolah Lansia Kota Bengkulu Segera Hadir di Seluruh Kecamatan
Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Rosminiarty--(Sumber Foto: Imron/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus mengakselerasi program Sekolah Lansia.
Target ambisius ditetapkan pada akhir April 2026, seluruh sembilan kecamatan di Kota Bengkulu wajib memiliki satu unit Sekolah Lansia sebagai pusat pemberdayaan warga usia senja.
Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Rosminiarty, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan April ini, progres program telah mencapai 66 persen. Sekolah Lansia telah resmi beroperasi di enam kecamatan dan langsung memulai aktivitas belajar mengajar sejak hari pertama pembukaan.
“Alhamdulillah, saat ini Sekolah Lansia sudah aktif di enam kecamatan. Kami tidak hanya melakukan seremonial pembukaan, tetapi langsung menyatukan sosialisasi dengan pertemuan perdana agar para peserta bisa langsung belajar,” ujar Rosminiarty, Minggu (19/4).
BACA JUGA:JPU Tolak Pembelaan Terdakwa Korupsi Pasar Panorama, Tetap Tuntut 7,5 Tahun Penjara
BACA JUGA:TMMD ke-128 di Seluma Dibuka 22 April, Fokus pada Pembukaan Jalan dan Bedah Rumah
Adapun enam wilayah yang telah menjalankan program ini meliputi Kecamatan Kampung Melayu, Teluk Segara, Ratu Samban, Ratu Agung, Gading Cempaka, dan Selebar.
Sementara itu, tiga kecamatan tersisa Muara Bangkahulu, Sungai Serut, dan Singaran Pati saat ini sedang dalam tahap finalisasi persiapan dan dijadwalkan rampung dalam hitungan hari.
Salah satu keunikan Sekolah Lansia di Kota Bengkulu adalah fleksibilitas kurikulumnya. Rosminiarty menegaskan bahwa materi pembelajaran tidak dipukul rata, melainkan disusun berdasarkan kesepakatan antara fasilitator dan peserta di masing-masing kecamatan.
Metode kurikulum kontekstual ini mencakup aspek kesehatan preventif, keterampilan praktis, hingga penguatan interaksi sosial. Dengan pendekatan ini, materi yang diajarkan menjadi lebih aplikatif dan relevan dengan kondisi fisik maupun kebutuhan sosial para lansia setempat.
BACA JUGA:TMMD ke-128 di Seluma Dibuka 22 April, Fokus pada Pembukaan Jalan dan Bedah Rumah
BACA JUGA:Dukung Kemandirian Desa, 6 Koperasi Merah Putih di Bengkulu Selatan Siap Beroperasi
Tingginya minat para lansia untuk tetap produktif terlihat dari jumlah pendaftar yang melampaui kuota awal. Meski Pemkot menetapkan batas awal 50 peserta per kecamatan, fakta di lapangan menunjukkan angka yang terus bertambah.
“Di Kampung Melayu misalnya, pendaftar melonjak hingga hampir 60 orang. Kami tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Semangat ibu-ibu lansia untuk tetap aktif dan senang berkegiatan di luar rumah ini sangat luar biasa,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: