Siasati Defisit Anggaran, Bupati Teddy Rahman Perintahkan Bapenda Berburu Objek Pajak Baru

Siasati Defisit Anggaran, Bupati Teddy Rahman Perintahkan Bapenda Berburu Objek Pajak Baru

Bupati Seluma, Teddy Rahman--(Sumber Foto: Jul/BETV)

SELUMA, BETVNEWS – Defisit ruang fiskal akibat kebijakan pengetatan belanja daerah sebesar 30 persen memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma untuk memutar otak.

Di tengah bayang-bayang efisiensi tersebut, Bupati Seluma Teddy Rahman menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk bertransformasi menjadi lebih agresif dan inovatif dalam memburu potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Instruksi ini dipandang sebagai "pelampung" bagi kemandirian finansial daerah agar program pembangunan tetap berjalan meski dukungan anggaran pusat menyusut.

"Kita tidak bisa hanya bertahan dengan cara memotong anggaran belanja. Strategi ofensif melalui peningkatan pendapatan daerah harus berjalan seiring dengan cara-cara yang lebih cerdas dan terukur," ujar Teddy Rahman, Senin (20/4).

BACA JUGA:Pembangunan Tol Bengkulu–Lubuklinggau Kembali Tertunda, Helmi Hasan: Kita Perbanyak Doa

BACA JUGA:Dorong UMKM Bengkulu Go Global, Derta Rohidin Kawal Kuota 1 Juta Sertifikat Halal Gratis

Bupati menyoroti kinerja pengumpulan pendapatan yang selama ini dinilai masih bersifat konvensional. Ia memerintahkan adanya audit data secara menyeluruh terhadap objek pajak dan retribusi daerah yang selama ini belum terjamah secara optimal akibat lemahnya pemetaan wilayah.

Menurutnya, Bapenda tidak boleh lagi terjebak dalam rutinitas administrasi semata, melainkan harus mulai mengadopsi teknologi digital.

"Saya minta Bapenda keluar dari zona nyaman. Jangan hanya puas dengan sumber pendapatan yang itu-itu saja. Lakukan terobosan teknologi untuk menutup kebocoran serta mempermudah sistem pemungutan di lapangan," tegas Bupati.

Keberhasilan pemulihan fiskal daerah ini, lanjut Bupati, mustahil tercapai jika hanya mengandalkan Bapenda. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini memiliki rapor kinerja baru mengidentifikasi peluang pundi-pundi rupiah dari sektor masing-masing sesuai kewenangan hukum yang berlaku.

Sinergi kolektif ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan anggaran yang solid bagi Kabupaten Seluma di masa depan.

BACA JUGA:Sasar 200 Rumah Tidak Layak Huni, Program Bedah Rumah BSPS di Seluma Segera Bergulir

BACA JUGA:Aset Pemkab Seluma Terbengkalai, Masa Depan Taman Kuliner Tais di Ujung Tanduks

"Jika seluruh instansi bekerja dalam ritme yang sama dan serius menggali potensi yang ada, saya optimis PAD akan tumbuh menjadi tulang punggung utama pembangunan kita, bukan sekadar pelengkap," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait