Proyek Jembatan Tanjung Aur Senilai Rp5,6 Miliar Dimulai, Skema Buka-Tutup Diberlakukan

Proyek Jembatan Tanjung Aur Senilai Rp5,6 Miliar Dimulai, Skema Buka-Tutup Diberlakukan

Proyek Jembatan Tanjung Aur Senilai Rp5,6 Miliar Dimulai, Skema Buka-Tutup Diberlakukan--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Proses transformasi infrastruktur di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Bunga Mas, resmi bergulir. Pembangunan ulang jembatan permanen di kawasan tersebut mulai dikerjakan guna memperlancar konektivitas sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda jalur nasional tersebut.

Guna menjaga kelancaran mobilitas, pihak pelaksana telah menyiapkan jembatan darurat di sisi bangunan utama.

Namun, karena keterbatasan kapasitas, arus lalu lintas kini diberlakukan sistem buka-tutup. Kendaraan besar diwajibkan melintas secara bergantian untuk menghindari penumpukan beban pada jembatan sementara.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah warga setempat turut diberdayakan sebagai tenaga pembantu pengatur lalu lintas. Mereka bersiaga selama 24 jam untuk memastikan jalur lintas kabupaten ini tetap mengalir meskipun terjadi penyempitan lajur.

BACA JUGA:Siasati Defisit Anggaran, Bupati Teddy Rahman Perintahkan Bapenda Berburu Objek Pajak Baru

BACA JUGA:Pembangunan Tol Bengkulu–Lubuklinggau Kembali Tertunda, Helmi Hasan: Kita Perbanyak Doa

Pelaksana proyek, Toni, mengungkapkan bahwa renovasi total ini merupakan kebutuhan mendesak. Struktur lama yang mengandalkan gorong-gorong dinilai sudah tidak relevan dengan debit air saat ini, sehingga sering memicu genangan air saat intensitas hujan tinggi.

“Struktur lama sering tersumbat karena gorong-gorongnya tidak mampu menampung luapan air, yang akhirnya memicu banjir di badan jalan. Maka dari itu, jembatan baru ini didesain permanen tanpa gorong-gorong agar aliran air di bawahnya lebih maksimal,” jelas Toni, Senin (20/4).

Proyek strategis ini berada di bawah naungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu melalui Satker Wilayah II (PPK 2.3). Dengan kucuran anggaran mencapai Rp5,6 miliar, pengerjaan ini diproyeksikan memakan waktu selama tujuh bulan.

“Pekerjaan sudah dimulai sejak Maret dan kami targetkan tuntas sepenuhnya pada September 2026 mendatang,” tambahnya.

BACA JUGA:Dorong UMKM Bengkulu Go Global, Derta Rohidin Kawal Kuota 1 Juta Sertifikat Halal Gratis

BACA JUGA:Harga BBM Nonsubsidi di SPBU Ibul Melambung, Varian Dex Tembus Rp24 Ribu Per Liter

Pihak pelaksana mengimbau para pengguna jalan, khususnya sopir kendaraan logistik dan angkutan berat, untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersabar mengikuti arahan petugas di lapangan.

Penyesuaian arus ini diharapkan dipahami masyarakat sebagai konsekuensi demi terciptanya infrastruktur yang lebih kokoh dan bebas banjir di masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait