Sapu Bersih Maksiat, Tim Gabungan Robohkan Bilik Prostitusi di Air Latak
Sapu Bersih Maksiat, Tim Gabungan Robohkan Bilik Prostitusi di Air Latak--(Sumber Foto: Jul/BETV)
SELUMA, BETVNEWS – Genderang perang terhadap penyakit masyarakat ditabuh Pemerintah Kabupaten Seluma. Sebuah bangunan yang disulap menjadi warung remang-remang (warem) di Desa Air Latak, Kecamatan Seluma Barat, luluh lantak setelah diserbu tim gabungan pada Senin (20/4) siang.
Langkah represif ini diambil menyusul memuncaknya kemarahan warga atas aktivitas maksiat yang tetap nekat beroperasi, bahkan selama bulan suci Ramadan lalu.
Selain itu, penertiban ini menjadi bagian dari upaya sterilisasi wilayah menjelang perhelatan akbar MTQ tingkat provinsi pada Mei mendatang.
Operasi "pembersihan" ini melibatkan kekuatan penuh dari Satpol PP Seluma, Pemerintah Kecamatan, hingga pengawalan ketat dari personel Polres Seluma dan Polsek Seluma Timur.
BACA JUGA:Waspada Daging Sapi Tiren, Pemkab Bengkulu Selatan Sisir Pasar Tradisional
BACA JUGA:Dekati Target Nasional, Capaian Perekaman KTP-el di Kota Bengkulu Tembus 99,1 Persen
Di lokasi kejadian, suasana sempat tegang saat petugas mulai menjebol sekat-sekat kamar berbahan triplek yang diduga kuat menjadi tempat praktik prostitusi terselubung.
Tak hanya meratakan bangunan non-permanen, petugas juga menyita perangkat hiburan malam dan berliter-liter minuman keras jenis tuak.
Ironisnya, petugas mengamankan seorang wanita yang diduga sebagai pemandu lagu (PL) untuk menjalani pemeriksaan intensif di markas Satpol PP.
"Kami tidak memberi ruang lagi. Hari ini kami eksekusi total agar tidak ada aktivitas malam yang merusak moral di wilayah ini," tegas Plt Kasatpol PP Seluma, P. Sianturi.
BACA JUGA:Taati Aturan, Manajemen New Khatulistiwa Bongkar Mandiri Bangunan yang Langgar GSB
BACA JUGA:Sektor Pajak Kendaraan Digenjot, Pemutihan Pajak Ditargetkan Sumbang Rp100 Miliar ke PAD
Sianturi menambahkan, lokasi ini telah lama masuk dalam "radar" merah karena menjadi sarang peredaran alkohol yang memicu potensi kriminalitas dan merusak mental generasi muda setempat.
Di sisi lain, Kepala Desa Air Latak, Riswan Efendi, mengungkapkan bahwa pihak desa sebenarnya sudah sangat bersabar. Namun, pengelola warem justru menunjukkan sikap menantang meski telah dilayangkan surat peringatan (SP) hingga tiga kali.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: