Tangan Remaja 14 Tahun Hancur Tergilas Mesin Bata, Polsek Seluma Timur Selidiki Unsur Kelalaian
Tangan Remaja 14 Tahun Hancur Tergilas Mesin Bata, Polsek Seluma Timur Selidiki Unsur Kelalaian--(Sumber Foto: Jul/BETV)
SELUMA, BETVNEWS – Kecelakaan kerja tragis menimpa seorang pelajar di Kabupaten Seluma pada Selasa (21/4) siang. Kurniawan Chandra Saputra (14), warga Kelurahan Tanjung Seluai, harus dilarikan ke rumah sakit setelah tangannya masuk ke dalam mesin penggiling bata di lokasi bedengan Kelurahan Talang Dantuk, Kecamatan Seluma Barat.
Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Berdasarkan informasi sementara, korban saat itu berada di lokasi pembuatan batu bata dengan maksud untuk belajar bekerja.
Namun, diduga akibat minimnya pengawasan dari pekerja dewasa di lokasi, tangan korban terseret masuk ke dalam putaran mesin penggiling hingga mengalami luka berat.
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, melalui Kapolsek Seluma Timur, IPTU Erwin Sinaga, mengonfirmasi bahwa personelnya telah bergerak cepat melakukan penanganan sesaat setelah menerima laporan.
BACA JUGA:Truk ODOL Masih Nekat Masuk Kota, Dishub Bengkulu: Segera Koordinasi atau Putar Balik!
BACA JUGA:Siasati Aturan Belanja Pegawai 30 Persen, Pemkot Bengkulu Harapkan Dukungan Pusat untuk Gaji PPPK
"Sekitar pukul 12.30 WIB, petugas langsung mendatangi RSUD Tais. Saat itu korban tengah menjalani tindakan operasi intensif sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut," ujar IPTU Erwin.
Hingga Selasa sore, Unit Reskrim Polsek Seluma Timur masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi mata, termasuk pemilik bedengan bata dan pekerja yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Fokus penyelidikan saat ini mengarah pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang lain mengalami luka berat (Pasal 360 KUHP).
"Kami masih melakukan penyelidikan mendalam dan pemeriksaan saksi-saksi. Fokus kami adalah memastikan kronologi kejadian dan apakah ada unsur kelalaian dari pihak pengelola tempat kerja tersebut," tegas Kapolsek.
BACA JUGA:Jaga Keamanan Hewan Kurban, Balai Karantina Bengkulu Bentuk Satgas Khusus di 2 Pelabuhan Utama
BACA JUGA:Persiapan Rampung 100 Persen, 1.344 Jemaah Haji Bengkulu Siap Masuk Asrama 23 April
Kini korban masih dalam perawatan intensif tim medis RSUD Tais. Pihak kepolisian mengimbau para pemilik usaha yang menggunakan alat berat atau mesin berbahaya untuk lebih memperketat pengamanan dan melarang anak di bawah umur berada di zona kerja yang berisiko tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: