Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Bengkulu Selatan Usulkan Pembangunan Sumur Bor ke BWSS VII

Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Bengkulu Selatan Usulkan Pembangunan Sumur Bor ke BWSS VII

Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Selatan, Nusadian Esa Putra--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWSBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Selatan mulai menyusun langkah strategis guna menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi melanda pada periode Agustus hingga September 2026 mendatang.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mengajukan permohonan bantuan pembangunan sumur bor kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra VII.

Fokus utama bantuan ini menyasar kawasan pertanian yang selama ini menjadi wilayah paling rawan terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Selatan, Nusadian Esa Putra, menyatakan bahwa usulan tersebut bertujuan untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan persawahan warga saat debit air sungai menurun.

BACA JUGA:Pencarian Hari Ketiga, Pemancing yang Hilang di Sungai Padang Kemiling Ditemukan Meninggal

BACA JUGA:Tekan Populasi Gepeng, Pemkot Bengkulu Ingatkan Warga: Memberi Uang di Jalan Bisa Didenda

“Kami telah mengajukan permohonan agar sumur bor dapat dibangun di titik-titik persawahan yang rawan kering. Harapannya, ini menjadi solusi agar petani tetap bisa berproduksi meski di tengah musim kemarau,” ungkap Nusadian.

Nusadian menjelaskan bahwa saat ini usulan tersebut masih dalam proses verifikasi. Pihaknya telah menyerahkan proposal lengkap yang disertai data teknis, termasuk pemetaan luasan lahan yang sangat membutuhkan suplai air tambahan.

Meski jumlah unit tidak dirinci secara spesifik, BPBD memastikan kebutuhan tersebut telah disesuaikan dengan tingkat kerawanan di masing-masing kecamatan.

“Seluruh data pendukung sudah kami sampaikan ke BWS VII. Kami sangat berharap usulan ini segera disetujui agar realisasinya bisa dilakukan sebelum puncak kemarau tiba,” tambahnya.

BACA JUGA:Tekan Populasi Gepeng, Pemkot Bengkulu Ingatkan Warga: Memberi Uang di Jalan Bisa Didenda

BACA JUGA:Sasar Bobot 850 Kg, Pemprov Bengkulu Seleksi Calon Sapi Kurban Bantuan Presiden

Mengingat puncak kekeringan diprediksi terjadi mulai Juli hingga September, BPBD menargetkan bantuan sarana air bersih ini sudah mulai terealisasi pada pertengahan tahun. Selain infrastruktur fisik, BPBD juga tengah menyiapkan skema kesiapsiagaan lainnya.

“Kami menargetkan sebelum Juli sudah ada respon positif. Selain itu, tim kami juga akan kembali mengaktifkan pos siaga bencana sebagai pusat koordinasi penanganan dampak kemarau,” tegas Nusadian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait