Lelah Menunggu Janji Pemerintah, Warga 3 Desa di Seluma Utara Patungan Tambal Jalan Lumpur

Lelah Menunggu Janji Pemerintah, Warga 3 Desa di Seluma Utara Patungan Tambal Jalan Lumpur

Lelah Menunggu Janji Pemerintah, Warga 3 Desa di Seluma Utara Patungan Tambal Jalan Lumpur--(Sumber Foto: Jul/BETV)

SELUMA, BETVNEWS – Krisis infrastruktur di pedalaman Seluma mencapai titik jenuh. Masyarakat di Desa Sinar Pagi, Talang Empat, dan Lubuk Resam, Kecamatan Seluma Utara, kini terpaksa mengambil alih tanggung jawab pemerintah. Akibat akses jalan utama yang tak kunjung diperbaiki dan menyerupai kubangan lumpur, warga sepakat mengumpulkan iuran mandiri untuk melakukan pengecoran jalan secara swadaya.

Kondisi jalan satu-satunya menuju tiga desa tersebut kian memprihatinkan setelah diguyur hujan deras dalam sepekan terakhir. Kendaraan warga, bahkan yang sudah dimodifikasi menggunakan rantai roda sekalipun, kerap terjebak dan tak mampu melintas.

Kepala Desa Lubuk Resam, Indi Aksi, mengungkapkan bahwa keterisolasian ini sangat menyiksa mobilitas warga.

"Jalan ini adalah satu-satunya urat nadi kami. Kondisinya rusak parah dan berlumpur. Warga sudah sangat mendambakan pembangunan permanen agar akses ekonomi dan sosial kami bisa lancar, tapi kenyataannya masih begini saja," keluh Indi.

BACA JUGA:Poles Persiapan Bazar MTQ, Pemkab Seluma Siapkan Etalase Produk Unggulan Daerah

BACA JUGA:Jawab Isu Depak Kader, Plt Ketua Golkar Kota Bengkulu Pastikan Musda XI Digelar 25 April

Kekecewaan warga terhadap lambannya respon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma memicu gerakan iuran massal. Tokoh masyarakat Desa Lubuk Resam, Sarifudin, membenarkan adanya kesepakatan antarwarga untuk mengumpulkan dana segar demi melakukan pengecoran darurat di titik-titik terparah.

Pemilik Mobil & Kepala Desa sebesar Rp100.000, Perangkat Desa/BPD Rp50.000 dan Pemilik Motor: Rp10.000.

"Iuran ini murni inisiatif masyarakat. Kami merasa kalau hanya menunggu pemerintah, mungkin tidak akan dibangun dalam waktu dekat. Padahal kami butuh jalan ini segera bisa dilewati, minimal dilakukan pengerasan agar tidak berlumpur," tegas Sarifudin.

Padahal, usulan perbaikan telah berulang kali disampaikan dalam berbagai forum perencanaan pembangunan, namun hingga kini belum ada alat berat yang turun ke lokasi. Warga berharap aksi swadaya ini menjadi "sentilan" bagi pemerintah daerah agar lebih peka terhadap penderitaan rakyat di wilayah pelosok.

BACA JUGA:Mutasi Polresta Bengkulu: Inilah Nama-Nama Kasat dan Kapolsek yang Baru Dilantik

BACA JUGA:Pencarian Hari Ketiga, Pemancing yang Hilang di Sungai Padang Kemiling Ditemukan Meninggal

Dengan keterbatasan dana iuran, warga hanya mampu memperbaiki bagian jalan yang paling kritis. Mereka tetap menuntut komitmen nyata dari Pemkab Seluma untuk melakukan pembangunan jalan standar yang layak, demi memerdekakan tiga desa tersebut dari lumpur dan ketertinggalan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: