Pendekatan Keluarga jadi Kunci, Bengkulu Selatan Genjot Pencegahan Anak Putus Sekolah dari Desa
Kepala Disdikbud Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya--(Sumber Foto: Doc/BETV)
BENGKULU, BETVNEWS - Upaya menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Bengkulu Selatan kini difokuskan pada pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama melalui peran keluarga dan pemerintah desa.
Strategi ini diyakini lebih efektif untuk mendeteksi dan mencegah anak berhenti sekolah sejak dini.
BACA JUGA:Realisasi Bantuan Benih 2026 Tinggi, Pemprov Bengkulu Buka Usulan Tambahan untuk Petani
BACA JUGA:172 Kasus Suspek Campak di Temukan, Pemprov Bengkulu Tekan Orang Tua Segera Imunisasi Anak
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat mendorong gerakan bersama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga aparatur desa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali.
Kepala Disdikbud Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, menegaskan bahwa persoalan putus sekolah tidak bisa diselesaikan secara sepihak oleh pemerintah.
“Masalah putus sekolah tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah. Harus ada gerakan bersama sampai ke tingkat desa,” ujar Lusi.
BACA JUGA:Konflik Internal Memanas, Kader Golkar Kota Bengkulu Tempuh Jalur Mahkamah Partai
BACA JUGA:Haji 2026 Bengkulu Fokus Layanan Inklusif, 393 Jamaah Kloter Perdana Mulai Perjalanan ke Madinah
Sebagai bentuk dukungan, berbagai program bantuan pendidikan terus dioptimalkan, mulai dari beasiswa, bantuan seragam, hingga dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bantuan ini diharapkan mampu mengurangi hambatan ekonomi yang kerap menjadi penyebab utama anak berhenti sekolah.
Meski demikian, Lusi menekankan bahwa keakuratan data di tingkat desa menjadi faktor penentu keberhasilan program.
“Data harus akurat. Jangan sampai ada anak yang luput dari perhatian. Pemerintah desa harus tahu siapa saja anak usia sekolah di wilayahnya dan memastikan mereka tetap belajar,” tegasnya.
Dengan data yang valid, pemerintah dapat segera melakukan intervensi jika ditemukan anak yang berisiko putus sekolah. Selain itu, pendekatan langsung ke keluarga juga terus diperkuat sebagai langkah pencegahan.
BACA JUGA:Targetkan 1.000 PMI Berangkat Tahun Ini, Pemprov Bengkulu Siapkan KUR Rp20 Miliar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: