Respon Cepat Darurat, BPBD Bengkulu Selatan Luncurkan Call Center Pengaduan Bencana 24 Jam

Respon Cepat Darurat, BPBD Bengkulu Selatan Luncurkan Call Center Pengaduan Bencana 24 Jam

Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Selatan, Nusadian Esa Putra--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Selatan terus berinovasi dalam memperpendek jarak komunikasi dengan warga.

Guna memitigasi dampak bencana secara real-time, BPBD kini tengah mematangkan sistem Call Center Khusus Pengaduan, sebuah pusat kendali informasi terpadu untuk penanganan situasi darurat di wilayah tersebut.

Langkah strategis ini diambil mengingat topografi Bengkulu Selatan yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman banjir, longsor, hingga cuaca ekstrem. Selama ini, kendala utama di lapangan sering kali berasal dari lambatnya alur koordinasi akibat jalur pelaporan yang masih terfragmentasi.

Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Selatan, Nusadian Esa Putra, menegaskan bahwa sistem Call Center ini akan menjadi satu-satunya gerbang informasi darurat yang dapat diandalkan oleh masyarakat.

BACA JUGA:Gandeng Mendikdasmen, Helmi Hasan Perjuangkan Pemerataan Fasilitas Pendidikan di Bengkulu

BACA JUGA:Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu, Kepala Bappenas Tantang Alumni Tembus Pasar Global

“Selama ini, laporan masyarakat masih tersebar melalui berbagai jalur. Dengan adanya call center, semua laporan akan terpusat sehingga memudahkan dalam penanganan dan pengambilan keputusan,” jelas Nusadian.

Sistem baru ini nantinya didukung oleh tim operator yang bersiaga penuh selama 24 jam. BPBD berkomitmen untuk memastikan setiap data yang masuk tidak hanya sekadar diterima, tetapi juga langsung melalui proses verifikasi instan agar pengerahan personel dan bantuan bisa dilakukan secara akurat.

Selain sebagai wadah pelaporan, layanan telepon ini diproyeksikan menjadi pilar edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat luas. Melalui satu nomor pusat, warga bisa mendapatkan peringatan dini (early warning) serta panduan keselamatan saat menghadapi keadaan darurat.

“Ini bukan hanya soal menerima laporan, tetapi juga bagaimana memberikan informasi yang benar kepada masyarakat agar mereka lebih siap menghadapi bencana,” pungkas Nusadian.

BACA JUGA:Gelar Seminar Bersama JMSI, Kanwil HAM Bengkulu Dorong Media Siber Kawal Isu HAM di Era Digital

BACA JUGA:Bengkulu Sabet Peringkat 1 Nasional, Provinsi Terbaik Tekan Pengangguran dan Kendalikan Inflasi

Kehadiran Call Center ini diharapkan menjadi terobosan penting dalam mewujudkan Bengkulu Selatan sebagai daerah tangguh bencana. Dengan teknologi yang lebih terintegrasi, pemerintah daerah optimis tingkat risiko dan kerugian akibat bencana alam dapat ditekan semaksimal mungkin.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: