Sterilisasi Jalur Depan Masjid Agung, Strategi Polres Seluma Urai Kemacetan Selama MTQ Provinsi
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan--(Sumber Foto: Jul/BETV)
SELUMA, BETVNEWS – Menghadapi potensi ledakan kendaraan pada perhelatan MTQ ke-37 tingkat Provinsi Bengkulu, Polres Seluma resmi menetapkan skema sterilisasi jalur pada poros utama jalan nasional. Langkah ini diambil guna menjamin mobilitas ribuan peserta dan tamu undangan tidak terhambat oleh arus lalu lintas reguler.
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, menegaskan bahwa manajemen lalu lintas ini merupakan hasil kolaborasi teknis dengan Pemerintah Kabupaten Seluma untuk memitigasi titik jenuh kendaraan di pusat kegiatan.
"Rapat koordinasi sudah kami tuntaskan. Fokus kami adalah memastikan arus logistik, peserta, dan mobilitas warga tetap sinkron selama ajang keagamaan ini berlangsung," tegas Kapolres, Selasa (28/4).
Inti dari rekayasa ini adalah penutupan satu jalur utama secara permanen di depan Masjid Agung Baitul Falihin. Dengan memanfaatkan model jalur ganda yang ada, polisi akan mengalihkan seluruh arus kendaraan umum ke satu sisi jalan, sementara sisi lainnya didedikasikan sepenuhnya untuk kepentingan acara dan area parkir terpadu.
BACA JUGA:Bhayangkari Bengkulu Rayakan HUT YKB ke-46 Bersama Anak-anak Bina Netra
BACA JUGA:Fri Wisdom S. Sumbayak Resmi Jabat Kasi Penkum Kejati Bengkulu
Kapolres menjelaskan, pembagian beban jalan ini sangat krusial mengingat Masjid Agung merupakan titik episentrum massa. Tanpa pembatasan, ruas jalan nasional tersebut dikhawatirkan akan mengalami gridlock atau macet total.
"Satu lajur akan kita kunci khusus untuk area parkir dan akses peserta agar lebih tertib. Sementara lajur sebelahnya tetap dibuka dua arah secara terbatas bagi pengguna jalan umum guna meminimalisir hambatan," jelasnya lagi.
Selain perubahan fisik jalur, Polres Seluma akan menyebar unit lantas di berbagai titik bottle-neck (penyempitan) di sekitar lokasi. Penempatan personel ini bertujuan untuk memberikan navigasi langsung kepada pengendara yang belum mengetahui adanya perubahan arus.
Langkah preventif ini diharapkan dapat menghapus kesan semrawut yang kerap terjadi pada acara besar. Kapolres juga meminta pengertian dari para sopir logistik dan masyarakat lintas kabupaten yang akan melewati Seluma untuk menyesuaikan jadwal perjalanan atau mematuhi rambu sementara yang dipasang petugas.
BACA JUGA:Ekonomi Platform dan Ketimpangan Kuasa Buruh Digital
BACA JUGA:Jaringan Internet Bermasalah, Disdikbud Kota Bengkulu Gelar TKA Ulang pada 11 Mei
"Intinya, rekayasa ini adalah kunci agar mobilitas peserta MTQ tetap terjaga tanpa harus memutus total akses transportasi publik. Kami harap seluruh elemen masyarakat mendukung ketertiban ini demi nama baik daerah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: