Minim Alat Perekaman KTP, Kadis Dukcapil Baru Bengkulu Selatan Tetap Prioritaskan Layanan Desa

Minim Alat Perekaman KTP, Kadis Dukcapil Baru Bengkulu Selatan Tetap Prioritaskan Layanan Desa

Kepala Dinas Dukcapil Bengkulu Selatan, Kastilon Sirad--(Sumber Foto: Ary/BETV)

BENGKULU SELATAN, BETVNEWS– Estafet kepemimpinan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bengkulu Selatan kini resmi beralih ke tangan Kastilon Sirad. Setelah dilantik oleh Bupati Rifai Tajuddin pada medio April 2026 lalu, Kastilon langsung tancap gas dengan visi besar: menghadirkan birokrasi yang cepat, ringkas, dan merata hingga ke zona pelosok.

Kastilon menyadari bahwa instansi yang kini dinakhodainya merupakan garda terdepan dalam pelayanan kebutuhan dasar publik. Dokumen seperti KTP-el, Kartu Keluarga (KK), hingga akta pencatatan sipil menjadi kunci warga untuk mengakses berbagai layanan sosial lainnya.

Strategi unggulan yang akan menjadi prioritasnya adalah akselerasi program Jemput Bola (Jebol). Melalui skema ini, tim Dukcapil akan menyisir 11 kecamatan guna memberikan layanan dokumen di tempat, sehingga warga tidak perlu lagi terbebani jarak dan waktu menuju kantor pusat.

“Program ini menjadi prioritas karena kita ingin pelayanan hadir langsung di tengah masyarakat,” ungkap Kastilon, Kamis (30/4).

BACA JUGA:Tak Kapok! Residivis Narkoba di Bengkulu Diciduk Usai Transaksi, 13,5 Gram Sabu Disita Polisi

BACA JUGA:Tuntas! Seluruh Jemaah Haji Bengkulu Resmi Menuju Baitullah, Gubernur Titip Doa Keberkahan Daerah

Namun, ambisi besar ini harus berbenturan dengan realitas fasilitas yang ada. Kastilon mengungkapkan bahwa kendala teknis berupa minimnya alat perekaman KTP menjadi "kerikil" utama. Saat ini, dari dua unit perangkat yang dimiliki, hanya satu yang masih beroperasi secara normal.

Defisit sarana pendukung tersebut membuat agenda perekaman lapangan belum bisa dipacu secara maksimal ke seluruh desa.

“Kami tetap upayakan berjalan, tapi memang belum bisa maksimal karena keterbatasan alat,” jelasnya.

Menyiasati tantangan tersebut, Kastilon berharap adanya suntikan anggaran pada masa mendatang untuk peremajaan alat yang rusak. Sebagai solusi jangka pendek, ia mengimbau warga yang bersifat mendesak untuk sementara tetap melakukan pengurusan langsung di Kantor Dukcapil, Jalan Padang Panjang.

Selain itu, ia juga menargetkan klaster pelajar berusia 17 tahun melalui kolaborasi intens dengan pihak sekolah dan aparatur desa. Komunikasi via grup WhatsApp dan sinergi lintas sektoral akan diperkuat demi mengejar target cakupan identitas kependudukan.

BACA JUGA:Kabar Gembira bagi Pemilik Kendaraan: Pemutihan Pajak di Bengkulu Dimulai Besok, Diskon BBNKB II 50 Persen Men

BACA JUGA:Bengkulu Paling Aman, Gubernur Helmi Hasan Sanjung Prestasi Nasional Kapolda

Satu hal yang ditegaskan Kastilon adalah komitmen terhadap transparansi. Ia menjamin seluruh proses administrasi di Dukcapil Bengkulu Selatan bebas dari pungutan liar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: