Tinggalkan Metode Lama, DLHK Bengkulu Selatan Targetkan TPA Kayu Arau Jadi Landfill Standar Nasional
Tinggalkan Metode Lama, DLHK Bengkulu Selatan Targetkan TPA Kayu Arau Jadi Landfill Standar Nasional--(Sumber Foto: Ary/BETV)
BENGKULU SELATAN, BETVNEWS – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) BENGKULU SELATAN tengah memacu transformasi pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kayu Arau.
Meski saat ini aktivitas pembuangan masih berjalan normal, otoritas setempat mulai menyiapkan langkah teknis untuk meninggalkan metode konvensional menuju sistem yang lebih ramah lingkungan.
Kepala DLHK Bengkulu Selatan, Erwin Muchsin, mengungkapkan bahwa secara rancangan awal, TPA Kayu Arau diproyeksikan menggunakan skema controlled landfill. Namun, ia mengakui bahwa pada realitas operasionalnya, sistem open dumping atau pembuangan terbuka masih mendominasi.
“Kami sadar sepenuhnya bahwa pola saat ini masih bersifat terbuka (open dumping). Fokus kami ke depan adalah memulai proses penimbunan tanah secara periodik agar kriteria controlled landfill benar-benar terpenuhi sesuai mandat regulasi,” jelas Erwin.
BACA JUGA:Misteri Hilangnya 3 Nelayan Pasar Manna: Pencarian Diperluas Hingga Perairan Seluma
BACA JUGA:Tangis Bebby Hussy Pecah di Persidangan, Ratapi Nasib 2.400 Jiwa yang Terdampak
Guna mendukung peralihan sistem tersebut, kesiapan armada alat berat menjadi kunci utama. Saat ini, DLHK mengandalkan satu unit ekskavator yang berada dalam kondisi prima untuk menata gundukan sampah. Sementara itu, unit buldoser yang berfungsi untuk meratakan dan memadatkan material saat ini tengah menjalani pemeliharaan intensif.
“Ekskavator kita sangat optimal bekerja di lapangan. Untuk buldoser, segera setelah perbaikan selesai, akan langsung diterjunkan untuk mempercepat proses penataan lahan,” tambahnya.
Erwin menegaskan, rencana transisi ini bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak agar pengelolaan sampah di Bengkulu Selatan selaras dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup. Pihaknya telah mengajukan usulan strategis terkait anggaran penimbunan dan pemadatan sampah kepada pimpinan daerah.
“Target utamanya adalah standarisasi. Dengan penimbunan yang teratur, TPA Kayu Arau tidak hanya akan lebih rapi secara estetika, tetapi juga meminimalisir dampak polusi terhadap lingkungan sekitar. Kita ingin TPA ini benar-benar menjadi fasilitas landfill yang fungsional, bukan sekadar tempat penumpukan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: